Kamis, 16 April 2026

Berita Surabaya

Operasi Wajah Tutik Handayani Cukup Rumit, Dia Masih Mogok Salat

Gadis kelahiran #Lumajang, 5 November 1999 itu mengalami kelainan facial cleft (bibir sumbing) yang terbilang cukup parah.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Yuli
Operasi Wajah Tutik Handayani Cukup Rumit, Dia Masih Mogok Salat - berita-surabaya-bibir-sumbing-foto-rontgen-tutik-handayani_20160819_191205.jpg
pipit maulidiya
BIBIR SUMBING - Foto rontgen Tutik Handayani, Jumat (18/8/2016).
Operasi Wajah Tutik Handayani Cukup Rumit, Dia Masih Mogok Salat - berita-surabaya-operasi-bibir-sumbing_20160819_192009.jpg
pipit maulidiya
OPERASI BIBIR SUMBING - dr Alki Andana (dokter bedah plastik) dan M Nurdin Zuhri, Spm (dokter spesialis mata) sedang menunjukkan foto rontgen Tutik Handayani, Jumat (18/8/2016).

SURYA.co.id | SURABAYA - Usai menjalani operasi pada Kamis (18/8/2016) lalu, kondisi wajah Tutik Handayani berangsur membaik.

Itu setelah dilakukan beberapa tindakan yaitu menutup celah jaringan lunak pada area mata, membebaskan mata dan kulit yang lengket, serta memasang alat untuk membuat rongga pada mata.

Gadis kelahiran Lumajang, 5 November 1999 itu mengalami kelainan facial cleft (bibir sumbing) yang terbilang cukup parah. Ia mogok salat jika wajahnya tidak dioperasi.

Menurut Nasronuddin, Direktur Rumah Sakit Umum Airlangga, operasi berjalan mulai Kamis (18/8/2016) pukul 12.00 WIB sampai 22.00 WIB.

"Memang cukup lama, karena ini sangat rumit," ujarnya saat ditemui SURYA.co.id di depan Ruang ICU RSU Airlangga, tempat Tutik Handayani berbaring, Jumat (19/8/2016).

Dokter Alki Andana mewakili tim bedah plastik sekaligus asisten dr Indri L Putri, Sp BP-RE (Kkf) dan dr Magda R Hutagalung Sp BP-RE (Kkf), sedikit mengalami kesulitan saat operasi karena pasien sudah berumur 16 tahun.

"Kami kesulitan karena beberapa struktur yang harusnya bisa dikoreksi lebih awal, karena sudah 16 tahun jadi sedikit lebih sulit. Kami mengupayakan fungsi indra, mata, telinga, dan hidung. Tahap pertama sudah kami lakukan, selanjutnya tahap kedua dua bulan lagi," tuturnya didampingi Nasronuddin.

Dalam kasus facial cleft Tutik Handayani ini fungsi mata sudah tak memiliki harapan lagi.

Menurut dr M Nurdin Zuhri, Spm, meski begitu pihak rumah sakit berupaya tetap membentuk bagian mata.

"Karena efek sekunder dari celah bibir, sehingga dua kelopak tertarik kebawah. Kornea mata terekspose dunia luar, sehingga kering dan terinfeksi, jadi fungsinya berkurang. Mata kanan dan kiri saat datang kesini sudah tidak bisa melihat cahaya sama sekali. Targetnya kita kembalikan fungsinya, kelopak matanya kita perbaiki fungsi dan penampilannya. Nanti kami tambahnkan alat menyerupai mata, saya lihat ototnya masih sedikit berfungsi jadi masih bisa digerakkan," terangnya.

Pihak rumah sakit belum bisa mengonformasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan operasi Tutik. Nasronuddin dan tim hanya menuturkan masih ada dua atau tiga tindakan lagi.

"Sejauh ini mereka sangat percaya diri bisa sembuh, jadi kami kan mengupayakan yang terbaik. Kita juga ada  tim Airlangga kraniofacial. Ada dokter bedah plastik, dokter mata, dokter obgin, THT, psikiatri, radiologi, anastesi, dan gigi yang jelas kami akan kerjasama untuk kesembuhan Tutik," tambahnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved