Senin, 13 April 2026

Berita Bangkalan Madura

Suara Bakiak Iringi Pengibaran Bendera di Ponpes Syaichona Cholil Bangkalan

"Oleh karenanya, para santri wajib tahu nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa ini," ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yoni
surya/Ahmad Faisol
Para santri menggelar upacara kemerdekaan di halaman Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ponpes Syaichona Cholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan, Rabu (17/8/2016) 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Jiwa patriotisme selalu ditanamkan di setiap pribadi para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Cholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan.

Tak heran, suasana khidmat selalu mewarnai setiap pelaksanaan upacara bendera peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Derap suara seirama dari bakiak tiga santri pengibar Bendera Merah Putih memecah keheningan halaman Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) ponpes.

Lokasi ribuan santri dan santriwati Syaichona Cholil menggelar upacara 17 Agustus, Rabu (17/8/2016).

Mengenakan sarung dan kemeja putih lengan panjang, mereka tak bergeming, khidmat, dan larut meresapi detik - detik pengibaran Sang Saka bersama Wakil Pengasuh Ponpes Syaichona Cholil KH Nasih Aschal sebagai inspektu upacara.

"Banyak pahlawan berasal dari kaum sarungan. Para suhada dan kalangan para santri berguguran di medan perang setelah karena perintah kyai," ungkap kiai muda yang akrab disapa Ra Nasih dalam pidatonya.

Ponpes ini memang tak bisa lepas dari sejarah perjuangan bangsa ini. Banyak kiai datang menemui pendiri ponpes, KH Moh Cholil untuk mematangkan strategi melawan dan mengusir para penjajah.

"Oleh karenanya, para santri wajib tahu nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa ini," ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Menurut Ra Nasih, kemerdekaan itu bukan hanya sebatas peringatan formalitas dengan penampilan mewah dalam setahun sekali. Namun harus diperingati setiap hari melalui pembenahan-pembenahan di setiap lini pemerintahan.

"Lahirnya kemerdekaan berangkat dari kesederhanaan dalam berpakaian setiap upacara. Mengenang para pahlawan tak harus ribet. Di manapun dan dalam kondisi apapun harus selalu mengenang jerih payah para pejuang," paparnya.

Ia menambahkan, para pejuang memeras pikiran, tenaga, hingga meninggalkan keluarga demi tercapainya cita - cita bangsa. Sehingga peringatan hari kemerdekaan harus dijadikan bahan refleksi dan evaluasi memperbaiki diri sebagai anak bangsa yang cinta tanah air.

"Semoga jiwa dan pikiran para pejuang selalu terpatri dalam diri kita," pungkasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved