Berita Pendidikan Surabaya

Orangtua bahkan Siswa SD Muhammadiyah 4 Gemari Ekstrakurikuler Panahan, ternyata ini Alasannya

"Awalnya aku nggak tertarik ekstra kurikuler ini. Mama bilang atlet perempuan masih sedikit, jadi ada kesempatan bisa jadi atlet."

surya/pipit maulidiyah
Para siswa antusias ikuti latihan ekstrakurikuler panahan, Rabu (17/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pandangan fokus dan serius melekat di wajah Athallah Rafi Nugroho, Muhammad Rizqy Nandawaputra, Luveira VP, dan Nike Inabah Akmal.

Tak heran, empat siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya ini memang sedang berusaha membidikkan anak panah yang mereka pegang sehingga tepat sasaran, Rabu (17/8/2016).

Wajah imut anak-anak SD itu tak sebanding dengan sejumlah restasi yang merak raih dalam olahraga Panahan.

Misalnya Luveira Vania Puteri, siswi kelas 6A. Dirinya sudah menjuarai berbagai kompetisi di antaranya Juara Beregu SD Putri, Juara Jogja Open, dan Piala Koni.

"Awalnya aku nggak tertarik ekstra kurikuler ini tapi disuruh Mama. Mama bilang atlet perempuan masih sedikit, jadi ada kesempatan bisa jadi atlet khususnya di olahraga panahan," ujarnya.

Hal ini dibenarkan orangtua Luveira, Dian Meirawari. Dian mengarahkan anak perempuannya ke olahraga panaham karena waktu itu pendaftar ekstra kurikuler ini masih sedikit.

"Ya karena banyak yang gak milih, apalagi disekolah lain belum banyak, di SD masih satu-satunya Muhammadiyah 4 ini. Saya melihat ini bagus karena biasanya prestasi dibidang olahraga selalu dipertimbangkan, untuk masuk SMA, kuliah juga. Awalnya saya paksa ikut mau gak mau harus mau. Ternyata sekarang dia sudah senang, malah aktif latihan di Koni. Saya bangga sekali," ujarnya lalu tersenyum.

Arief Saifudin, Pelatih ekstra kurikuler Panahan SD Muhammadiyah 4 Pucang menuturkan kini setidaknya sudah ada 40 anak yang bergabung. Mereka terdiri dari anak kelas 4, 5, dan 6.

"Tahun ini kami akan buka untuk anak kelas 3. Karena ini membutuhkan konsentrasi tinggi jadi kelas satu dan dua belum bisa ikut, karena jiwanya masih bermain-main," akunya.

Arief melanjutkan sejauh ini prestasi yang dicetak siswanya cukup membanggakan, terlebih support dari orangtua murid begitu besar.

"Alat mereka punya sendiri, jadi kami hanya memberikan pembinaan untuk pemula, kami motivasi dengan pelatih yang profesional dari Koni. Jadi setelah dibentuk, keliatan punya basic mereka kami kirim dengan oelatih profesional," akunya.

Caption : Athallah Rafi Nugroho, Muhammad Rizqy Nandawaputra, Luveira VP, dan Nike Inabah Akmal tampak sedang membidikkan anak panah ke sasaran saat latihan di lapangan SD Muhammadiya 4 Pucang Surabaya. Mereka memperdiapkan diri untuk berlaga bulan Agustus ini di Bandung, Rabu (17/8/2016)

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved