Advertisement

Arum Sabil Bersama Ribuan Petani Tebu Desak Penutupan Pabrik Gula Kebun Tebu Mas

Hampir semua petani tebu dari Jember, Banyuwangi, Malang, Mojokerto, Kediri, sudah memadati Jalan Indrapura depan DPRD Jatim.

Arum Sabil Bersama Ribuan Petani Tebu Desak Penutupan Pabrik Gula Kebun Tebu Mas - berita-surabaya-ketua-dewan-pembina-aptri-arum-sabil_20160815_215429.jpg
SURYA/SUGIHARTO
Ketua Dewan Pembina APTRI, Arum Sabil, berorasi di depan ribuan petani tebu saat unjukrasa di depan Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan, Surabaya, Senin (15/8/2016).
Arum Sabil Bersama Ribuan Petani Tebu Desak Penutupan Pabrik Gula Kebun Tebu Mas - berita-surabaya-aptri-ribuan-petani-tebu_20160815_215342.jpg
SURYA/SUGIHARTO
APTRI - Ribuan petani tebu unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan, Surabaya, Senin (15/8/2016).

SURYA.co.id | SURABAYA - Arum Sabil bersama ribuan petani tebu dari berbagai daerah penghasil tebu di Jatim turun jalan, Senin (15/8/2016).

Ketua Umum Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) ini tergugah untuk berjuang bersama petani tebu dan pekerja perkebunan gula Jatim.

Hampir semua petani tebu dari Jember, Banyuwangi, Malang, Mojokerto, Kediri, yang merupakan daerah penghasil tebu sudah memadati Jalan Indrapura depan kantor DPRD Jatim mulai pagi.

Para petani itu rata-rata mencarter bus. Mereka protes atas beroperasinya PG Kebun Tebu Mas (KTM) di Lamongan yang tak berpihak pada petani.

"Saya masih ingat. Waku itu ada pabrik gula baru yang akan didirikan di Lamongan. Mereka berjanji di depan Gubernur, DPRD Jatim, dan kami petani akan menggiling tebu petan. Tapi ternyata hanya kedok untuk impor gula mentah," teriak Arum yang disambut meriah ribuan petani.

Kalau impor gula, mau dikemanakan tebu petani ini. Dengan kenyataan itulah, dia bersama ribuan petani menggelar unjuk rasa. Kalau dibiarkan arum khawatir akan muncul PG-PG baru yang hanya sebagai kedok impor gula mentah.

Produksi gula di Jawa Timur tiap tahun mencapai 1,2 juta ton. Kebutuhan konsumsi gula di Jatim sekitar 650.000 ton sehingga daerah ini surplus gula 600.000 ton. Tapi mengapa di hadirkan gula impor hampir 100.000 ton dan gula mentah.

"Tuntutan kami sederhana, kami minta pak Gubernur, sebagai garda terdepan untuk membela petani dari Jatim yang sebagai pemasok hampir 50 persen kebutuhan gula nasional. Agar Gubernur dan DPR menutup pabrik gula di Lamongan tersebut," tegas Arum yang terus diamini para petani.

Keadaan ini harus disuarakan secara nasional. Semua harus waspada terhadap persepsi harga gula mahal yang diciptakan saat ini. Harga Rp 15.000/kg dipersepsikan mahal. Jika dihitung dalam sehari konsumen mengeluarkan Rp 375. Apakah ini mahal, mungkin mahal bagi masyarakat yang memiliki daya beli rendah.

Aksi ribuan petani bersama Arum Sabil itu bergerak dari daerah masing-masing. Kemundian massa menggelar aksi di kantor DPRD Jatim. Aksi kemudian dipusatkan di depan kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved