Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Raya

Titip Anak Balita pada Kerabat Ternyata Ngeri Juga, Kasus di Malang Ini Buktinya

#MALANG - Saat terjatuh, kepala Anggraeni membentur bangku kecil hingga nyawanya tak tertolong.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yuli
youtube
ILUSTRASI ANAK BALITA 

SURYA.co.id | MALANG - Anggraeni Wulandari (4), anak bawah lima tahun (balita) asal Dusun Sawur, Desa Sukono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dilaporkan meninggal dunia karena terjatuh dari kursi.

Namun polisi yang curiga dengan kematian Anggraeni, menemukan fakta bawah balita tersebut tewas karena dianiaya.

Kanit Reskrim Polsek Dampit, Aiptu Soleh Mas’udi mengungkapkan, balita malang tersebut ditinggal orangtuanya, Rusdiana dan Agus bekerja di Surabaya.

Anggraeni kemudian dititipkan kepada pasangan Miseno dan Paini, yang masih punya hubungan kerabat dengan ayahnya.

“Baru lima bulan ini korban dititipkan, karena orangtuanya bekerja di Surabaya,” tutur Soleh, Minggu (14/8/2016).

Pada Jumat (12/8/2016) sekitar pukul 09.30 wib, pihaknya mendapat laporan meninggalnya Anggraeni.

Saat itu Paini menjelaskan, Anggraeni terjatuh dari kursi. Namun Soleh curiga karena di sekujur tubuh Anggraeni terdapat luka lebam.

“Logikanya, kalau jatuh dari kursi mana mungkin lukanya sampai di sekujur tubuh. Karena itu kami curiga bocah tersebut mendapatkan kekerasan fisik,” sambung Soleh.

Penyidik Polsek Dampit membutuhkan waktu dua hari untuk mengungkap penyebab kasus balita tewas ini.

Masih menurut Soleh, pihaknya sudah menaruh curiga kepada Paini. Namun Paini selalu berkelit dan tidak mengakui perbuatannya.

Kecurigaan polisi menguat, setelah hasil visum menunjukan luka lebam yang dialami korban.

Mendapati Anggraeni meninggal dunia secara tidak wajar, awalnya polisi memanggil Paini untuk diperiksa sebagai saksi.

Di depan penyidik, Paini akhirnya mengakui bahwa dirinya yang menyebabkan kematian Anggraeni.

“Saat kami sidik, hari Sabtu (13/8) akhirnya dia ngaku yang menyebabkan kematian korban. Dia bercerita tanpa penyesalan,” tutur Soleh.

Paini mengaku mendorong tubuh Anggraeni hingga terjengkang. Saat terjatuh, kepala Anggraeni membentur bangku kecil hingga nyawanya tak tertolong. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved