Berita Lifestyle

"Pembuat Film Merasa Karya Mereka Disukai karena Rating Tinggi, Padahal Tidak!"

Film dan sinema televisi yang dulunya bervariasi dari segi tema dan mendidik, saat ini sudah berantakan.

antara/andreas fitri atmoko
Ilustrasi, pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2, Dian Sastrowardoyo (kiri) dan Nicholas Saputra (kanan) berpose saat menghadiri gala premiere film AADC 2 di Yogyakarta, Sabtu (23/4/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Sebagai sineas, Sasha Mahe mengapresiasi kuantitas film Indonesia yang semakin meningkat tiap tahunnya.

Di sisi lain, Sasha juga menyayangkan penurunan kualitas, variasi tema, dan kualitas penggambaran, serta alur cerita dari film-film tersebut.

Film dan sinema televisi yang dulunya bervariasi dari segi tema dan mendidik, saat ini sudah berantakan.

Tema yang itu-itu saja membuat masyarakat seolah tidak memiliki pilihan lain dan lambat laun menerima tema-tema tersebut yang disajikan dalam bentuk sinema.

“Pembuat film dan sinema merasa bahwa masyarakat menyukai karya mereka karena rating yang tinggi. Padahal masyarakat menonton karena tidak diberi pilihan lain,” ujar wanita asal Surabaya itu.

Masyarakat sebenarnya sangat membutuhkan tema yang lebih kaya dan variatif tanpa harus muluk-muluk dengan penyajian yang artistik dan sinematografi yang memukau.

Sasha sangat mengharapkan kualitas film Indonesia dapat meningkat karena saat ini masih patut untuk dipertanyakan meski karya dan sineas baru cukup banyak lahir di Indonesia.

Saat ini Sasha sedang berusaha mengaktifkan semua lini aspek industri kreatif di bidang perfilman agar bisa lebih mandiri dengan kualitas yang lebih baik.

Ia mendengarkan pendapat dan masukan kreatif dari budayawan dan pekerja seni selama menetap di Surabaya, sehingga industri kreatif Surabaya tidak perlu ke Jakarta untuk bisa mendapat kesempatan berkarya di lingkup nasional.

“Agar industri kreatif meliputi pembuat iklan komersil dan iklan layanan masyarakat, animator, penulis, pelukis, penulis literatur sejarah, pembuat video tv, sinema, dan semua pihak di bidang perfilman di Surabaya mendapatkan kesempatan yang sama seperti sineas di Jakarta,” harapnya.

Ia juga mendapat dukungan dari banyak pihak untuk sponsor dan investasi, media audio dan video untuk mendukung project dan mengenalkannya pada masyarakat.

Jika semua berjalan sesuai rencana, tak lama lagi perfilman Indonesia akan diwarnai sineas muda Surabaya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved