Berita Bangkalan
Polres Bangkalan Latih 100 Relawan Urai Kemacetan Lalu Lintas
Para pengendara dan warga sekitar pasar hewan Kecamatan Tanah Merah sedikit bernafas lega.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | BANGKALAN - Para pengendara dan warga sekitar pasar hewan Kecamatan Tanah Merah sedikit bernafas lega.
Pasalnya, kemacetan lalu-lintas di jalur poros Bangkalan-Sampang pada setiap momen pasaran, Sabtu, kini mulai sedikit terurai berkat sinergitas antara polisi, sukarelawan pengatur lalu-lintas (supeltas), Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Koramil.
Ada pemandangan berbeda di momen pasaran kali ini, Sabtu (13/8/28016).
Tepat di depan Pasar Tanah Merah yang biasanya selalu menjadi titik macet kendaraan.
Terpasang sebuah tong bermotif garis biru dan putih dilengkapi tangga yang dicat warna hitam.
Di bagian tengah tong berbahan besi itu, tergambar karikatur berpakain khas Madura yang dibingkai lingkaran bertuliskan Satlantas (Satuan Lalu-lintas) Polres Bangkalan.
Di atas tong itulah, seorang supeltas berdiri untuk memantau titik-titik kemacetan di sepanjang area pasar.
"Mobil pikap itu suruh segera bergerak atau parkir sekalian, biar kendaraan yang dari timur (Sampang) jalan," teriak pria berkumis di atas tong itu menunjuk ke arah pikap yang hendak menurunkan sapi-sapi.
Tanpa berpikir panjang, dua rekan supeltas yang berdiri di sisi kanannya berjalan menghampiri kegiatan bongkar muatan pikap jenis L-300 itu. Sementara dua rekan di sisi kirinya, tetap sibuk mengatur laju kendaraan.
Salah seorang supeltas, Andre mengungkapkan, sebagai pegawai pasar dirinya selalu panik setiap kali terjadi kemacetan saat pasaran tiba. Namun, ia mengaku tak berdaya karena tidak punya keahlian mengurai macet.
"Ketika ada pelatihan pengurai kemacetan di Polres Bangkalan, saya langsung ikut. Setidaknya bisa berbuat untuk mengurangi kemacetan," ungkap Andrea kepada SURYA.co.id.
Sementara itu, Kepala Pasar Tanah Merah Abdul Wasik mengatakan, kemacetan yang kerap terjadi saat pasaran memang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Termasuk pihak pasar sendiri.
"Oleh karena itu, kami kirim sepuluh pegawai untuk latihan mengurai kemacetan. Lima orang berstatus PNS dan lima lainnya honorer," kata Abdul Wasik.
Ia menjelaskan, pihaknya tengah mengusulkan perluasan area pasar. Hal itu dimaksudkan untuk memindahkan para pedagang di halaman pasar dan memperluas area transaksi hewan ternak.
"Perluasan di bagian belakang pasar, masih proses negoisasi lahan. Kebutuhan perluasan lahan minimal satu hektare, khusus pedagang sapi dan pedagang yang tempati halaman pasar," pungkasnya.
Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Ady Nugroho mengungkapkan, aktivitas Pasar Tanah Merah memang sangat tinggi ketika momen pasaran.
Di mana, sedikitnya 700 ekor sapi dari berbagai kecamatan di Bangkalan diperdagangkan.
"Pasar ini menjadi pasar hewan paling besar kedua di Jatim setelah Pasar Hewan Pakong (Kabupaten Pamekasan). Sehingga, aktivitas bongkar muat menjadi pemicu kemacetan lalu-lintas," ungkap Ady.
Selain di Pasar Tanah Merah, satlantas menetapkan enam titik kemacetan di Bangkalan akibat aktivitas pasar di momen pasaran; Pasar Patemon, Pasar Galis, Pasar Blega, Pasar Klampis, Pasar Sepulu, dan Pasar Tanjung Bumi.
"Untuk mengatasi itu, kami melatih 100 orang supeltas selama dua hari. Mereka berasal dari dinas pasar dan kelompok usaha restoran. Untuk saat ini (Pasar Tanah Merah), kami turunkan 10 orang supeltas," tandasnya.
Seorang warga sekita Pasar Tanah Merah, Musyawir mengaku puas atas sinergitas aparat dan para supeltas. Menurutnya, bongkar muat kendaraan pengangkut sapi di badan jalan sudah tidak terlihat.
"Sebelumnya, kendaraan pengangkut sapi tiba-tiba berhenti menurunkan sapi-sapi. Itu yang memicu kemacetan. Tadi saya melihat dua pikap pengangkut sapi ditilang karena menyerobot. Baguslah," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tanah-merah_20160813_160744.jpg)