Breaking News:

Tata Kota Surabaya

Risma Borong Lahan 100 Hektare untuk Zona Hijau Keliling Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Selain ke TPA Benowo, #Risma juga mengunjungi tempat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang masih berada dalam satu kawasan.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
PENGOLAHAN LIMBAH - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah di Tempat Pembuangan Akhir, Benowo, Surabaya, Kamis (11/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana mempercantik tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo.

Wali Kota Tri Rismaharini ingin membuat green belt atau zona hijau mengelilingi TPA Benowo itu saat inspeksi ke lokasi, Kamis (11/8/2016) pagi..

Menurut Risma, standar TPA yang baik harus mempunyai barrier berupa green belt. Harapannya, untuk mereduksi efek negatif TPA yang berdampak pada permukiman di sekitarnya.

Oleh karena itu, green belt nantinya ditanami tanaman yang dapat menyerap bau sampah.

Saat ini, rencana pembuatan green belt telah memasuki tahap pembebasan lahan.

Seluruh lahan yang dibebaskan merupakan milik swasta maupun perorangan. Kebutuhan lahannya mencapai 100 hektare.

Selain ke TPA Benowo, Risma juga mengunjungi tempat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang masih berada dalam satu kawasan.

Sampah di TPA Benowo diolah menjadi gas metana yang menghasilkan listrik.

Listrik inilah yang kemudian dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan sebagian dimanfaatkan untuk operasional di TPA Benowo.

Tiap harinya, TPA Benowo mampu menghasilkan 1,8 hingga 2 megawatt.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved