Pendidikan Surabaya
NSA School Kenalkan Budaya Indonesia Lewat Alat Musik dan Batik
"Kali ini kami mengajak mereka bermain bersama anak-anak, supaya lebih akrab," tambahnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SURABAYA - Suara Kulintang dan Angklung bersahutan di lobi Nation Star Academy School (NSA).
Dua alat musik itu tampak sedang dimainkan siswa-siswa SMP NSA bersama tamu kehormatan mereka, yaitu 24 orang dokter, guru, dan mahasiswa yang tergabung dalam Me Care. Sebuah lembaga sosial dari Hongkong, Kamis (11/8/2016).
Masing-masing tamu diberi kesempatan untuk memainkan alat musik didampingi satu siswa. Mereka memainkan sebuah lagu Mandarin berjudul Wo Ai Ni.
Menurut Antonius MB, International Collaboration Coordinator Nation Start Akademy School (NSA), kegiatan ini sudah jadi rutinitas tahunan. Kali ini mereka khusus kedatangan tamu dari Hongkong.
"Karena kebanyakan dari mereka dokter, kami juga mengadakan seminar kesehatan sejak pagi hari, yaitu seminar jantung, hand wash, pemeriksaan gigi, pengobatan, dan sharing kebudayaan Cina. Kegiatan pengenalan budaya Indonesia ini sebagai penutup sekaligus ucapan terima kasih kami," akunya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Menurut Antonius, kunjungan kali ini memang sedikit berbeda. Tahun lalu saat kedatangan tamu dari New Zealand, mereka tidak sempat mengajari cara bermain alat musik kulintang dan angklung, yang jadi konsentrasi musik di sekolah mereka.
"Kali ini kami mengajak mereka bermain bersama anak-anak, supaya lebih akrab," tambahnya kepada SURYA.co.id (TRIBUNnews.com Network).
Sebagai penutup acara tamu juga diajak untuk membatik bersama murid-murid SMA NSA.
Seperti saat memegang alat musik tradisional, mereka juga antusias membatik. Dengan serius, menempelkan canting pada kain-kain bergambar simbol Surabaya.
"Mereka langsung gambar sesuai arahan, pertama kali kami grogi, ttapi setelah uda nemani para tamu ini jadi enjoy. Senang bisa menunjukkan ke mereka budaya batik kita," aku Katherine Harsono, kelas 12 IPS 2 usai mendampingi tamu membatik.
Salah satu tamu, Kristy Yim (20) mengaku senang dengan kunjungannya ke NSA School menurutnya semua orang yang ada di sekolah itu baik dan ramah.
"Saya suka sesi membatik. Agak sulit mengontrol pena (canting) saat pertama menggunakannya. Saya menggambar pola suro dan boyo, simbol kota Surabaya. Ini sangat menyenangkan, meski bau tintanya (malam) sangat kuat, tapi it's oke," akunya lalu tersenyum.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-siswa-nsa-kulintang_20160811_172216.jpg)