Pemberantasan Korupsi

BREAKING NEWS - Jaksa Seret Mantan Wali Kota Probolinggo dari Jakarta ke Surabaya

#PROBOLINGGO - Total sembilan tersangka ditetapkan dalam perkara ini. Kerugian negara diperkirakan totalnya Rp 1,68 miliar.

BREAKING NEWS - Jaksa Seret Mantan Wali Kota Probolinggo dari Jakarta ke Surabaya
anas miftakhudin
Mantan Wali Kota Pronolinggo, HM Buchori, saat dibawa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim terkait kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Probolinggo tahun 2009. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mantan Wali Kota Pronolinggo, HM Buchori, terancam ditahan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim dalam kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Probolinggo tahun 2009.

Buchori dalam kasus ini sudah ditetapkan tersangka dan saat ini sudah pelimpahan tahap dua dari penyidik Kejaksaan Agung ke Kejati Jatim.

"Sekarang masih diterbangkan dari Jakarta menuju Surabaya. Sekitar pukul 21.00 WIB tersangka baru sampai di kejati," tutur Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto, Kamis (11/8/2016).

Kabar yang berkembang, Buchori diterbangkan menggunakan pesawat Citilink pada penerbangan pukul 17.30 WIB. "Informasinya seperti itu dan kami masih menunggu," jelasnya.

Ketika ditanya terkait rencana penahanan terhadap Buchori, Romy enggan menjawab.

Sebelumnya, kejati menahan dua tersangka kasus ini pada Kamis (4/8/2016) pekan lalu.

Kedua tersangka itu adalah Suhadak, Wakil Wali Kota Probolinggo dan Sugeng Wijaya, pihak swasta yang terlibat dalam kasus ini.

Keduanya langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng usai menjalani proses tahap dua di Kejati Jatim.

Kasus DAK Pendidikan 2009 Kota Probolinggo diusut Kejagung sejak beberapa tahun lalu. Waktu itu, wali kota Probolinggo dijabat HM Buchori.

Sementara Suhadak saat iti sebagai rekanan proyek. Dana APBN senilai Rp 15,907 miliar itu diperuntukkan proyek bantuan fisik, yakni meubel sejumlah sekolah di Kota Probolinggo.

Kejaksaan menemukan penyelewengan pada pekaksanaan proyek DAK itu. Total sembilan tersangka ditetapkan dalam perkara ini. Kerugian negara diperkirakan totalnya Rp 1,68 miliar. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved