Senin, 13 April 2026

Berita Sidoarjo

Wacana FDS Sulit Diterapkan di Sidoarjo, ini Alasannya

"Tujuannya bagus. Tapi apa orangtuanya berkenan. Saya tidak bisa memaksa-maksa orangtua siswa demikian," kata Abah Ipul.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
surya/irwan syairwan
Abah Ipul memotong kue Ultah ke-67 dirinya, Selasa (9/8/2016). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Wacana Full Day School (FDS) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy bakal sulit diterapkan di Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, menyatakan kesulitan mewujudkan FDS terletak persepsi wali murid dan kemampuan siswa yang bersangkutan.

Namun, Abah Ipul, sapaan Saiful Illah, setuju dengan gagasan FDS yang diharapkan siswa tetap dalam pengawasan sekolah ketika orangtua bekerja.

Hal itu, akan membuat siswa tetap terpantau dan sekolah bisa lebih mengembangkan karakter anak didiknya.

"Tujuannya bagus. Tapi apa orangtuanya berkenan. Saya tidak bisa memaksa-maksa orangtua siswa demikian," kata Abah Ipul di sela-sela perayaan ulang tahunnya ke-67 bersama Dandim Sidoarjo Kolonel (Inf) Andre Julian dan para wartawan di Kodim 0816 Sidoarjo, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya, adalah hak orangtua siswa untuk menentukan pendidikan anaknya. Pun ketika memilih sekolah, pasti orangtua telah mempertimbangkannya, terutama sistem pendidikan di sekolah tersebut.

Jika wacana FDS diberlakukan seluruhnya, dikhawatirkan akan timbul kegaduhan para wali murid tersebut.

"Kan belum tahu juga apa benar akan diimplementasikan wacana itu. Tapi kalau saya memprediksi, sepertinya sulit apalagi dari sisi orangtua. Belum lagi apakah siswanya juga mampu melakukannya," sambungnya.

Belum lagi pemenuhan sarana-prasarana (sarpras) yang memadai di semua sekolah. Tidak semua sekolah di Sidoarjo yang memiliki sarpras lengkap, seperti laboratorium, kegiatan ekstra kurikuler (ekskul), dan lainnya, untuk para siswa mengisi waktu selepas jam pelajaran seperti yang dipaparkan Mendikbud pada program FDS tersebut.

Kendati demikian, Abah Ipul tidak serta-merta menutup pintu bagi FDS ini. Bupati dua periode ini akan membuat kebijakan berupa pilihan kepada orangtua, terkait memilih FDS atau jadwal sekolah reguler, jika program tersebut disahkan untuk diterapkan.

"Pastinya saya harus siapkan segala sesuatunya. Dalam waktu dekat, saya akan menggelar rapat bersama Dindik terkait FDS ini," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved