Berita Surabaya
‘Drama’ Perjuangan Atlet Bulutangkis di ‘Kita Bisa’ KompasTV
‘Kita Bisa’ menyajikan cerita di balik perjuangan menggapai mimpi para pebulutangkis U-13 dan U-15 dari berbagai pelosok Indonesia.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Bulutangkis olahraga populer bagi masyarakat Indonesia diangkat ke layar KompasTV. Tayangan bertajuk ‘Kita Bisa’ yang disajikan bekerja sama dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation itu hadir mulai Sabtu (6/8/2016) pukul 16.30 WIB.
Selama 30 menit setiap episode program yang sudah masuk season keempat ini mengangkat sejumlah kisah inspiratif pebulutangkis dengan melibatkan sejumlah legenda bulutangkis Indonesia.
‘Kita Bisa’ menyajikan cerita di balik perjuangan menggapai mimpi para pebulutangkis U-13 dan U-15 dari berbagai pelosok Indonesia menjadi pebulutangkis dunia.
Program ini turut menghadirkan sisi lain di balik semangat perjuangan talenta muda bulutangkis Indonesia.
“Program ‘Kita Bisa’ merupakan program sport reality pertama yang disajikan KompasTV dalam mencari para atlet muda bulutangkis berbakat bekerjasama dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Program ‘Kita Bisa’ digarap sebagai upaya menjaga semangat dan meningkatkan supremasi bulu tangkis Indonesia,” ujar Erwin Raja, Produser Program ‘Kita Bisa’.
‘Kita Bisa’ memberikan gambaran secara natural semangat dan antusiasme peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis dari berbagai daerah.
Para pebulutangkis U-13 dan U-15 itu dengan semangat pantang menyerah melakukan perjalanan jauh meninggalkan kampung halamannya untuk berlatih dan bersaing di 9 kota audisi, yaitu Bandung, Palembang, Purwokerto, Balikpapan, Solo, Makassar, Cirebon, Surabaya, dan Kudus.
Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia terlibat dalam Program ‘Kita Bisa’ sebagai bagian dari tim pemandu bakat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum.
Mereka ini antara lain Christian Hadinata, Liem Swie King, Hastomo Arbi, Alan Budi Kusuma, Lius Pongoh, Fung Permadi, Susi Susanti, Ivana Lie, Sigit Budiarto, Maria Kristin, dan Yuni Kartika aktif memotivasi talenta muda pebulutangkis Indonesia yang menjadi peserta audisi.
Sejumlah bakat alam potensial bahkan berhasil mencuri perhatian para legenda bulutangkis Indonesia tersebut.
Perjuangan para atlet bulutangkis dari berbagai daerah ini dikemas menjadi kisah drama yang menarik dan inspiratif.
“Kami mencoba jemput bola dengan mengadakan audisi ke beberapa wilayah agar membuka kesempatan lebih besar untuk melihat talenta muda bulutangkis Indonesia di berbagai daerah,” kata Budi Darmawan, Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation.
Menurut Budi Darmawan, banyak bakat muda dari sejumlah pulau di Indonesia layak mendapatkan kesempatan menggapai impiannya untuk dapat memasuki pusat pembinaan bulutangkis PB Djarum.
“Sejumlah momentum dramatik tersebut terekam dalam tayangan ‘Kita Bisa’ di Kompas TV,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-audisi-bulutangkis-kompastv_20160809_000725.jpg)