Berita Ekonomi Bisnis

ISWA Sambut Positif Kembali Beroperasinya BPHP di Surabaya dengan Genjot Produksi

Ketua ISWA Komda Jatim, Choiril Muchtar mengatakan, kalangan pelaku industri perkayuan di Jatim kini kembali memperoleh layanan di Surabaya.

ISWA Sambut Positif Kembali Beroperasinya BPHP di Surabaya dengan Genjot Produksi
surya/srihandi lestari
Aktivitas di salah satu industri pengolahan kayu di Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia/Indonesian Sawmill and Wood Working Association (ISWA) Jawa Timur merespons positif kembali beroperasinya kantor Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) di Surabaya.

Sebelumnya mereka keberatan atas pemindahan instansi tersebut ke Bali karena dinilai inefisiensi.

Ketua ISWA Komda Jatim, Choiril Muchtar mengatakan, kalangan pelaku industri perkayuan di Jatim kini kembali memperoleh layanan di Surabaya, setelah pemerintah mengoperasikan instansi baru bernama Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) sebagai pengganti BP2HP Wil VIII Jatim.

"Ini merupakan respon kami atas kebijakan pemerintah yang melakukan restrukturisasi BP2HP Wilayah VIII Jatim menjadi satu instansi di Bali berdasarkan Surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. S.543/BPPHP.VII-1/2016. Kantor tersebut yang semula berlokasi di Surabaya dilebur menjadi satu instansi berlokasi di Bali," jelas Choirul, Minggu (7/8/2016).

Lebih lanjut, Choirul menyebutkan status BPHP di Surabaya merupakan kantor perwakilan, tetapi tugas dan fungsinya sama seperti BP2HP Wil VIII sebelumnya. Yaitu memberikan berbagai layanan terhadap industri perkayuan antara lain pelaporan, pelatihan/konsultasi, sosialisasi kebijakan, penilaian kinerja tenaga teknis (Ganis), dan lainnya.

Saat ini, sebanyak 870 industri pengolahan kayu di Jatim, sebagian besar tergabung ISWA Jatim, merespon positif pengoperasian kantor BPHP di Surabaya yang berlangsung sejak beberapa waktu terakhir.

"Layanan BPHP Perwakilan Surabaya kini lebih cepat dan memberikan kemudahan kepada industri kayu olahan , sehingga memperlancar kegiatan usaha kami," lanjut Choirul.

Sebelumnya, ISWA Jatim menolak rencana peleburan BP2HP Wil VIII Jatim dan pemindahan kantor tersebut yang semula di Surabaya menjadi satu instansi di Bali.
Pengurusan berbagai aspek terkait kegiatan industri kayu olahan ke Bali dinilai merepotkan dan tidak efisien.

Choiril optimistis beroperasinya kantor Perwakilan BPHP di Surabaya dapat memberikan layanan lebih baik terhadap pelaku industri pengolahan kayu secara lebih efektif dan efisien.

Dengan demikian, daya saing produk perkayuan Jatim tetap tinggi dan dapat memacu kinerja ekspor.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved