Breaking News:

Hukum Kriminal Surabaya

Sidang Penyelundupan Sirip Ikan Hiu Segera Digelar di PN Surabaya

Ia memanipulasi data laporan untuk memuluskan penyelundupan sirip hiu seberat 4.878 kg ke Hongkong.

net
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Soeparli Djoko Trisoelo, penyelundup sirip hiu tujuan Hongkong lewat Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Tanjung Perak dalam waktu dekat disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pemilik CV Johar Fela Makmur asal warga Jalan Samarinda I, Sukomulyo, Manyar Gresik itu akan didudukkan sebagai terdakwa dalam perkara kepabeanan.

Ia memanipulasi data laporan untuk memuluskan penyelundupan sirip hiu seberat 4.878 kg ke Hongkong.

Kabar akan disidangkannya perkara ini berdasarkan pelimpahan berkas perkara oleh jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak ke PN Surabaya, beberapa waktu lalu.

“Perkaranya sudah kami limpahkan ke pengadilan. Sesuai penetapan yang ada tanggal 15 Agustus mendatang sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan," ujar Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Ardhani SH, Sabtu (6/8/2016).

Dalam penanganan perkara ini, pihak kejaksaan menunjuk tiga jaksa untuk menyidangkan.

Ketiga jaksa itu adalah Siska Christina SH, Andhi Ginanjar SH dan Ni Made Astri Utami SH.

Perkara ini berawal dari terbongkarnya upaya penyelundupan sirip hiu yang dilakukan terdakwa, 3 Februari 2016 lalu.

Petugas Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Tanjung Perak mencurigai isi kontainer milik terdakwa.

Kecurigaan petugas ini akhirnya ditindaklanjuti dengan membongkar isi kontainer.

Ternyata isi dalam kontainer nomor 1x20 feet GLDU-5478307 milik terdakwa tidak sesuai dengan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) bernomor 017550 yang sebelumnya diajukan terdakwa.

Dalam PEB, tertera keterangan isi kontainer adalah Dried Fish Skin (Himantura Grardi Paribatu), namun petugas mendapati bahwa isi kontainer adalah sirip hiu dengan berbagai ukuran yang disusun di antara kulit kering ikan lainnya.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 103 huruf (c) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang undang RI Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan.

Ancaman hukuman paling lama 8 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved