Berita Bisnis

Kinerja Sektor PHR dan Industri Pengolahan di Jatim Alami Peningkatan, Ini Buktinya

Sejalan dengan pertumbuhan kegiatan dunia usaha, kebutuhan tenaga kerja turut terakselerasi.

Kinerja Sektor PHR dan Industri Pengolahan di Jatim Alami Peningkatan, Ini Buktinya
pixabay
ILUSTRASI 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kinerja dunia usaha di Jawa Timur triwulan dua 2016 diperkirakan meningkat, didorong aktivitas sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) dan Industri Pengolahan.

Hal itu berdasarkan, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang tercermin dari indikator realisasi kegiatan usaha dengan nilai SBT 20,90 persen lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2016 (SBT 1,83 persen) maupun periode yang sama tahun lalu (SBT 19,19 persen), yang mengindikasikan bertumbuhnya perekonomian di Jatim.

Syarifuddin Bassara, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia kantor Perwakilan Jatim, menyebutkan, indikator realisasi kegiatan usaha Sektor PHR menunjukkan peningkatan sebesar 5,58 poin (qtq) dengan SBT sebesar 7,60 perssn yang dipengaruhi oleh kenaikan kinerja sub sektor perdagangan (SBT 6,68 persen).

"Demikian pula kegiatan usaha Sektor Industri Pengolahan pada Triwulan II-2016 pun terpantau meningkat cukup tinggi, tercermin dari indikator realisasi kegiatan usaha naik sebesar 7,70 poin (qtq) dengan nilai SBT sebesar 8,45 persen," jelas Syarifuddin, Jumat (5/8/2016).

Sejalan dengan pertumbuhan kegiatan dunia usaha, kebutuhan tenaga kerja turut terakselerasi.

Hal ini tercermin dari indikator realisasi tenaga kerja lebih tinggi 7,56 poin (qtq) dengan SBT sebesar 3,83 persen.

Kinerja usaha sektor industri pengolahan dan sektor bangunan dikonfirmasi meningkat dengan masing-masing sebesar SBT 2,40 persen dan SBT 0,86 persen. "

Di sisi lain, tekanan terhadap harga jual meningkat pada Triwulan-II 2016. Hal ini tercermin dari indikator harga jual barang/tarif dengan SBT 16,49 persen lebih tinggi 3,29 poin (qtq).

Peningkatan harga jual terutama didongkrak oleh kenaikan biaya produksi bahan pangan pada sektor pertanian.

Sedangkan tekanan harga jual kelompok sektor lainnya terpantau melemah cenderung stabil.
Tekanan harga jual diprediksi meningkat terutama pada sektor pertanian dan sektor pengangkutan.

Kenaikan tersebut terjadi karena momen lebaran yang mendorong harga pangan dan angkutan.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved