Hukum Kriminal Surabaya
Kata Sandi 810 Surutkan Nyali Penjahat
Ia mencontohkan, laporan kehilangan motor pada Juni 2016 mencapai 10-12 laporan per hari.
Penulis: Zainuddin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - 810 adalah kata sandi yang digunakan kepolisian untuk menyebut orang meninggal atau tewas.
Istilah ini digunakan untuk tersangka yang tewas ditembak karena melawan saat akan ditangkap. Sebulan terakhir, 810 ini bahkan sering disebut.
Maklum, Satreskrim Polrestabes Surabaya mengobral peluru kepada penjahat. Lima penjahat dibawa ke kamar mayat RS Dr Soetomo dengan luka tembak di dadanya.
Lima penjahat itu adalah Lukman Wahyudi, M Muhles, M Arifin, M Darin, dan Ekwan Septian Budi.
Selain menembak mati penjahat, polisi juga mengobral peluru untuk menembak kaki.
Bukan hanya anggota Satreskrim yang mengobral peluru. Anggota Unit Reskrim di polsek jajaran juga sering menembak kaki penjahat.
Obral tembakan ini memang berdampak terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Angka curanmor di Surabaya menurun drastis selama tiga bulan terakhir.
Berdasar data di Satreskrim, curanmor di Surabaya pada Mei 2016 mencapai 224 kasus. Angka curanmor menyusut menjadi 197 kasus pada Juni 2016. (Lihat Tabel)
"Kalau Juli 2016, ada sekitar 170 kasus curanmor," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Kamis (4/8/2016).
Obral tembakan ini tidak bisa menghilangkan kasus curanmor. Pelaku masih beraksi pada Kamis (4/8/2016).
Dalam sehari ini, ada tiga orang yang melaporkan kehilangan motor, yaitu Tiara Sumatmaja, M Bahri, dan Trisno.
Tiara kehilangan motor Beat nopol L 5714 JW di Karah Agung VI sekitar pukul 05.30 WIB.
Trisno kehilangan Vixion nopol L 5231 HT Pradah Kalikendal. Sedang Bahri kehilangan motor Beat nopol L 5473 MB di Jalan Kedurus Sawah Gede.
Shinto menambahkan, tiga laporan kehilangan motor hari ini termasuk kecil dibandingkan sebelumnya.
Ia mencontohkan, laporan kehilangan motor pada Juni 2016 mencapai 10-12 laporan per hari.
"Sekarang laporannya berkisar antara 2-4 laporan per hari," terangnya.
Terkait tindakan tegas yang dilakukan anggotanya, Shinto memastikan sudah sesuai prosedur. Pihaknya akan menindak tegas terhadap penjahat yang tidak kooperatif saat ditangkap.
Bila penjahat berusaha melarikan diri, petugas akan menembak kakinya. Bila penjahat bersenjata dan berusaha melawan petugas, pihaknya akan langsung menembak mati.
Tentunya tembakan ke arah dada ini didahului tembakan peringatan.
"Kami tidak mau tersangka melukai anggota atau warga. Makanya kami menindak tegas," tegas Shinto.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rilis-pencurian-maling-sepeda-motor_20160805_135222.jpg)