Berita Ekonomi Bisnis

Industri Pupuk Terkendala Harga Gas, Pemerintah Kaji Paket Kebijakan sebagai Solusi

“Sekarang ini sedang dikaji, industri apa saja yang memerlukan harga gas kompetitif. Karena memang daya saing utama kita adalah harga gas.”

surya/m taufik
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto (baju putih) dan Dirut PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (batik) saat berdialog dengan Dirut PT Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto di area proyek pembangunan pabrik Amurea II di kompleks industri PT Petrokimia Gresik, Kamis (4/8/2016). 

“Selain harga urea impor yang lebih rendah, kendala bagi industri pupuk adalah tingginya harga gas. Faktor harga gas ini menjadi faktor yang tidak dapat dikendalikan,” kata Aas.

Dalam kunjungannya, Menteri Perindustrian bersama Dirut PT PI berkesempatan meninjau langsung perkembangan proyek Amurea II.

Menurut Aas, pabrik Amurea II ini akan menggunakan gas 24 MmBTU/ton sama seperti rata-rata pemakaian gas industri pupuk di luar negeri.

Direktur Utama PT PG Nugroho Christijanto menjelaskan, proyek Amurea II sudah mencapai 58,4 persen.

“Proyek ini merupakan proyek pembangunan pabrik amoniak dan urea untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea di JawaTimur. Dan nantinya, pabrik ini juga dapat menutupi kekurangan amoniak sebagai bahan baku pupuk NPK,” para Nugroho Christijanto.

Dari kompleks Petrokimia Gresik, Menteri Perindustrian dan rombongan kemudian bergeser ke kawasan JIIPE (Java Intergrate and Port Estate) yang berlokasi di Kecamatan Manyar Gresik.

Saat ini, diketahui bahwa jumlah investasi yang masuk ke kawasan tersebut sudah mencapai Rp 4 Triliun. Dan dari 1.761 hektare lahan yang bakal diperuntukkan industri, sudah sekitar 1.400 lahan berhasil dibebaskan.

Selain itu, diketahui pula bahwa hingga sekarang sudah ada 12 perusahaan yang telah MoU dengan pihak pengelola kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan, pergudangan, mal, hotel, dan hunian di Kabupaten Gresik.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved