Berita Lamongan

Minta Pelicin Rp 105 Juta untuk Masukkan CPNS, Purnawirawan TNI Dilaporkan Polisi

Sang purnawirawan dilaporkan M Nasichan Efendi, warga Tumenggungan, Kecamatan Lamongan lantaran dianggap telah menipu anaknya.

Minta Pelicin Rp 105 Juta untuk Masukkan CPNS, Purnawirawan TNI Dilaporkan Polisi
yul
ILUSTRASI UANG 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Purnawirawan TNI, BP (53), warga Desa Doreng RT 01 RW 03, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah kini harus berurusan dengan Polres Lamongan.

Sang purnawirawan dilaporkan M Nasichan Efendi, warga Tumenggungan, Kecamatan Lamongan lantaran dianggap telah menipu anaknya. 

BP diduga membawa uang milik pelapor sebesar Rp 105 juta yang diminta sebagai uang pelicin masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Permintaan uang pelicin untuk masuk CPNS itu terjadi sejak September 2012 yang ditransfer kepada terlapor secara bartahap,"ungkap Kasubag Humas, AKP Ipung Abdul Muiz kepada Surya Online, Selasa (2/8/2016).

Kasus ini berawal saat terlapor tiba - tiba bertandang ke rumah pelapor dan menawarkan bisa memasukkan anak korban sebagai PNS.

Untuk kepentingan itu, terlapor meminta uang pelicin ke panitia rekrutmen CPNS.

Kali pertama terlapor minta uang Rp 20 juta. Terlapor pun berani memberikan bukti kwitansi.

Dua bulan kemudian tersangka minta uang tambahan Rp 45 juta, namun oleh pelapor ditransfer Rp 44 juta.

"Yang Rp 1 juta diserahkan langsung ke rumah pelaku, "ungkap Ipung.

Total keseluruhan uang diserahkan kepada tersangka mencapai Rp 105 juta. Setelah uang dalam jumlah besar diserahkan, ternyata yang dijanjikan pelaku tidak juga terwujud.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved