Berita Gresik

Ratusan Pemuda Bahas Pertanian di Gresik, Pertanian Tak Kalah dengan Sektor Lain

“Kegiatan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan perusahaan yang berorientasi kepada petani dan pertanian."

Ratusan Pemuda Bahas Pertanian di Gresik, Pertanian Tak Kalah dengan Sektor Lain
surya/m taufik
Motivator petani muda Nur Agis Aulia berbicara di hadapan para petani muda di acara sarasehan petani di Kebun Percobaan Pusat Riset PT Petrokimia Gresik, Sabtu (30/7/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sedikitnya 250 petani muda dari 12 provinsi di Indonesia berkumpul di Kebun Percobaan Pusat Riset PT Petrokimia Gresik, Sabtu (30/7/2016).

Para petani yang berusia antara 22-40 tahun yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna Tani, mahasiswa pertanian, Taruna Petro Patra, dan sebagainya itu berbagi pengetahuan dan bertukar pengalaman dalam acara sarasehan petani yang digelar oleh produsen pupuk berlebel BUMN.

Menurut Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik (PG). Meinu Sadariyo, kegiatan ini merupakan bentuk peran aktif PG dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Dimana dalam kegiatan ini PG memfasilitasi pertemuan tahunan petani muda dan menciptakan ajang pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara sesama petani.

“Kegiatan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan perusahaan yang berorientasi kepada petani dan pertanian di masa depan,” ujar Meinu Sadariyo di sela acara bertema “Regenerasi Petani, Tidak Sekedar Alami" tersebut.

Meinu Sadariyo menyatakan bahwa faktor SDM merupakan hal yang sangat penting dalam sektor pertanian. Apalagi mayoritas petani di Indonesia kini tak lagi muda, mereka telah berusia lebih dari 45 tahun. Disisi lain, para pemuda kebanyakan lebih tertarik bekerja di sektor selain pertanian.

“Oleh karena itu kita perlu menambah jumlah petani melalui pengembangan dan terobosan yang dapat menarik minat dan perhatian pemuda agar mereka mau bertani,” sambung dia.

Dalam sarasehan ini, PG menghadirkan sejumlah narasumber. Termasuk wartawan senior Kompas pemerhati pertanian Banu Astono, pendiri Banten Bangun Desa sekaligus motivator petani muda Nur Agis Aulia, serta Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani Indonesia Pratomo.

Secara umum narasumber menyampaikan wawasan dan pengetahuannya mengenai kondisi kontemporer pertanian Indonesia. Selain itu, narsumber juga memberikan motivasi dan dorongan kepada peserta, bahwa sektor pertanian tidak kalah menarik dengan sektor lainnya.

Pertanian merupakan sektor yang jika dikelola dengan baik, sangat menjanjikan dan prospektif. Peserta pun menjadi sangat antusias menyimak pemaparan narasumber dan aktif bertanya dan bertukar pengalaman.

Lukas R Malo, peserta asal Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku memetik banyak pengalaman dan manfaat dari kegiatan ini. “Saya jadi punya jaringan dengan petani dari provinsi lain. Saya juga dapat banyak pencerahan dari pembicara dalam kegiatan ini," ujarnya.

Sedang Lina Anggreani, mahasiswi STPP Malang, menyatakan ia baru pertama kali mengikuti kegiatan ini dan merasa senang bisa berkumpul dan mendengar kisah sukses petani-petani muda dari berbagai provinsi.

“Saya semakin yakin dengan cita-cita saya untuk berternak dan bertani. Jika dikelola dengan cerdas, ternyata bertani bisa menjadi profesi yang menyejahterakan,” kata Lina

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved