Beauty of Indonesia

Desainer Ini Padukan Sarung dan Batik Lasem, Begini Hasil Rancangannya

Kain sarung anea motif ini bisa dipadu padan beragam jenis kain lain sehingga berwujud busana yang nyaman dipakai sehari-hari.

Desainer Ini Padukan Sarung dan Batik Lasem, Begini Hasil Rancangannya
SURYA/PRAMUDITO
Desainer lokal Surabaya dan ibukota menghadirkan beragam busana berbahan dasar sarung yang dikombinasi dengan aneka jenis kain diperagakan di Main Atrium Grand City Mall Surabaya, Sabtu (30/7) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tangan para desainer, kain sarung tak semata jadi atribut untuk salat.

Kain sarung anea motif ini bisa dipadu padan dengan beragam jenis kain lain sehingga berwujud busana yang nyaman dipakai sehari-hari, untuk ke hajatan resmi maupun santai.

Deden Siswanto misalnya. Desainer kondang asal Jakarta ini menghadirkan rancangan yang memadukan unsur etnik Kalimantan dan budaya Tionghoa.

“Budaya Indonesia kan tak lepas dari unsur Tionghoa, karena itu saya masukkan motif Tionghoa di kreasi saya,” papar Deden yang ditemui sebelum gelar acara Beauty of Indonesia di Grand City Mall Surabaya, Sabtu (30/7) malam.

Dari 17 kreasinya, Deden mencoba memadukan kain sarung dan Batik Lasem. “Saya suka warna dan motif Batik Lasem yang kental unsur Tionghoa-nya,” begitu urainya.

Batik Lasem didominasi gambar naga dan burung Phoenix yang identik dengan budaya Tionghoa ini menjadi kian menarik ketika dikolaborasikan dengan kain sarung.

Agar tampil kontras, Deden memilih warna-warna cerah macam biru, merah, dan warna tanah.

Untuk menguatkan unsur Borneo di rancangannya, Deden yang gencar kampanye sarung sejak tahun 2012 ini memakai rotan dan beragam aksesoris khas Kalimantan.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved