Berita Kediri

Rhenald Kasali: Pemerintah Daerah Jangan Berebut Bangun Bandara

Wilayah Kabupaten #Kediri, #Nganjuk, #Tulungagung, #Blitar dan #Trenggalek diklaim paling layak dibangun bandara. Padahal...

Rhenald Kasali: Pemerintah Daerah Jangan Berebut Bangun Bandara
didik mashudi
Prof Rhenald Kasali saat menjadi pembicara seminar Launching City Branding Kota Kediri, Sabtu (30/7/2016). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pengamat ekonomi Prof Rhenald Kasali mengingatkan para kepala daerah untuk tidak saling berebut membangun bandar udara (bandara). 

"Sebaliknya kepala daerah tidak usah rebutan membangun bandara karena pasti tidak akan jadi. Apalagi keputusan membangun bandara ada di tangan pemerintah," ungkap Prof Rhenal Kasali usai menjadi pembicara seminar Launching City Branding Kota Kediri, Sabtu (30/7/2016).

Sebelumnya, sejumlah kepala daerah di eks Karesidenan Kediri dan Madiun banyak yang menyatakan wilayahnya siap dibangun bandara.

Malahan Kabupaten Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar dan Trenggalek mengklaim wilayahnya yang paling layak.

Menurut Rhenal Kasali, karena keputusan membangun bandara ada di pemerintah pusat, pasti akan dicarikan titik temu yang saling menguntungkan.

Sebaliknya kalau kepala daerah saling berebut pasti akan saling menghalang-halangi. Akibatnya, rencana membangun bandara tidak akan terwujud.

Rhenal Kasali kemudian memberi contoh 9 kepala daerah di seputaran Danau Toba yang juga saling berebut ingin membangun bandara. Akibatnya, rencana pembangunan sampai sekarang tidak pernah terwujud.

Keberadaan bandara bakal menguntungkan rakyat. Selain itu pariwisata akan berkembang pesat sehingga rakyat yang diuntungkan.

Untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi, kawasan selatan Jawa sudah perlu ada bandara. Hal ini untuk mengimbangi pertumbuhan yang hanya ada di kawasan pantai utara.

Padahal jalur utara saat ini sering mengalami masalah banjir dan rob sehingga terancam tenggelam.

"Bagi kami di manapun bandaranya di selatan pasti ada solusi yang terbaik. Karena kota-kota di sekitarnya akan berkembang dan hidup," tambahnya.

Keberadaan bandara bakal semakin banyak mengundang investor sehingga menjadi destinasi baru. Karena pariwisata bukan hanya soal pemandangan tapi juga wisata kuliner.

Salah satu contohnya Kota Cirebon dapat hidup dari wisata kuliner. Termasuk industri batik dan kerajinan tangan lainnya dapat berkembang pesat dan anak-anak muda banyak berwirausaha.

Demikian pula hotel dan pendidikan dapat berkembang.

Sebelumnya sejumlah kepala daerah di eks Karesidenan Kediri dan Madiun bersepakat perlunya ada bandara di wilayah selatan Jawa Timur. Terkait lokasi yang bakal dipilih bakal ditentukan pemerintah pusat.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved