Berita Gresik

Kenaikan cuma 2 Persen, Dewan Kiritisi Target PAD Pemkab Gresik, Abdul Qodir: Harusnya Naik 7 Persen

“Harusnya, Pemkab Gresik lebih optimistis. Perkiraan naik 7 persen pada 2017, kami rasa cukup bagus,” ungkap Abdul Qodir.

Kenaikan cuma 2 Persen, Dewan Kiritisi Target PAD Pemkab Gresik, Abdul Qodir: Harusnya Naik 7 Persen
surya/sugiyono
Bank Gresik salah satu BUMD penyumbang PAD Kabupaten Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK – Target pendapatan asli daerah (PAD) yang dipatok Pemkab Gresik sebesar 2 persen untuk tahun 2017 dikritisi kalangan dewan. Para politisi yang duduk di kursi DPRD Gresik menilai, target itu terlalu kecil.

Kenaikan 2 persen dari tahun 2016 bahkan dianggap tidak sesuai dengan rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Harusnya, Pemkab Gresik dan sejumlah SKPD (satuan perankat kerja daerah)-nya lebih optimistis. Perkiraan naik 7 persen pada 2017, kami rasa cukup bagus,” ungkap Abdul Qodir, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik, Jumat (29/7/2016).

Dari hitung-hitungan kasar, jika hanya ada kenaikan target 2 persen, berarti pemerintah Gresik cuma memperoleh tambahan PAD sekitar Rp 55 miliar sepajang tahun 2017.
Pihaknya menilai, angka itu terlalu kecil lantaran diyakini pendapatan bisa dioptimalkan dan jauh lebih besar dari itu.

Pihaknya juga berharap agar Pemkab Gresik tidak hanya mengandalkan anggaran bagi hasil dan perimbangan dari pemerintah pusat saja.

“Tapi harus bisa untuk meningkatkan pendapatan daerah sendiri agar APBD bisa lebih tinggi lagi, yang ujung-ujungnya demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Kalangan dewan juga masih mempertanyakan sikap tegas dari Pemkab Gresik terhadap BUMD yang sudah tidak sehat lagi. Karena tujuan awal pendirian BUMD adalah untuk mendapatkan tambahan PAD, harusnya segera mengambil langkah tegas ketika BUMD itu sudah tidak sehat, bahkan merugi.

“Lebih baik dibubarkan saja, BUMD yang tidak sehat itu,” tegas Qodir.

Sampai saat ini, sambung dia, dari sekian BUMD Gresik hanya Bank Gresik saja yang masih bisa memberikan kontribusi kepada pendapatan. Sedangkan Gresik Migas dan Gresik Samudra sudah tidak ada kejelasan nasibnya.

“PDAM juga demikian. Meskipun instansi ini tujuannya untuk pelayanan terhadap masyarakat bukan profit. Seharusnya ada peningkatan, selain memberi pelayanan maksimal bisa memberikan pemasukan daerah seperti perusahaan lainnya," kata dia.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved