Selasa, 14 April 2026

Berita Tuban

Warga Gaji Blokir Jalur Pantura, Tuntut BPN Cek Lahan Sengketa

“Informasi dari petugas yang ada di dalam, kepala BPN sedang di Surabaya. Jadi, nanti yang menemui panjenengan (Anda) dari petugas (BPN) lain,” kata F

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yoni
surya/Iksan Fauzi
Warga Gaji blokir Jalan Pantura Tuban, Kamis (28/7/2016) 

SURYA.co.id | TUBAN -Puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menggelar demonstrasi lagi.

Demo kali ini mulai frontal. Mereka memblokir jalur pantai utara (Pantura) di depan kantor BPN Tuban di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kamis (28/7/2016).

Aksi demo terdiri laki-laki dan perempuan itu sempat berbaris melintang di tengah badan jalan. Pantauan SURYA.co.id, di antara mereka membentangkan spanduk bertuliskan aspirasi.

Jalur pantura merupakan jalan utama penghubung antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Jalan itu selalu digunakan kendaraan berat, seperti truk tronton dan bus antar kota antar provinsi melintas.

Namun, aksi membahayakan itu dibubarkan oleh anggota polisi yang menjaga aksi warga itu. Warga sempat menolak, namun, demi keamanan peserta demo, warga pun menuruti imbauan polisi.

Setelah memblokir jalur pantura meski sebentar, warga melanjutkan orasi di depan pintu gerbang kantor BPN. Melalui pengeras suara, sang orator meneriakkan agar pejabat BPN menampung aspirasi mereka.

Permintaan itu tak kunjung datang. Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad memediasi mereka agar bisa bertemu dengan pihak BPN. Namun, mediasi tersebut gagal lantaran 17 warga yang ingin masuk ke kantor BPN ditolak pihak BPN.

“Informasi dari petugas yang ada di dalam, kepala BPN sedang di Surabaya. Jadi, nanti yang menemui panjenengan (Anda) dari petugas (BPN) lain,” kata Fadly memdiasi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Setelah memberikan informasi tersebut, Fadly melanjutkan, warga yang boleh masuk ke kantor hanya 16 orang. Mendengar ucapan Fadly, warga lainnya menolak. Sebab, ada 22 orang yang bersangkutan langsung dengan BPN.

Tak ada titik temu. Fadly lalu meninggalkan mereka. Para peserta demo masih menunggu dan berorasi di depan pintu gerbang kantor BPN hingga sore hari sembari tetap membentangkan kertas plano dan spanduk berisi tulisan aspirasi.

“Petugas BPN ingin membunuh warga miskin. Ayo temui kami,” ucap Rudi Hartanto, peserta demo kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Kata Rudi, surat peta ukur yang diterbitkan BPN tahun 1998 untuk Semen Indonesia tidak benar.

Ia minta BPN mengecek di lokasi bersama dengan Semen Indonesia. Ada pun lahan yang menjadi sengketa antara Semen Indonesia dengan warga Gaji sekitar 31 hektar.

Puluhan warga itu mengawali demonstrasi dari pabrik Semen Indonesia lalu menuju ke gedung DPRD dan berakhir di kantor BPN.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved