Berita Nasional

Delapan Menteri Ini Tergusur dalam Reshuffle Kabinet Jilid II

Mereka yang tergusur terdiri atas kalangan profesional hingga representasi partai politik.

Delapan Menteri Ini Tergusur dalam Reshuffle Kabinet Jilid II
surya/hayu yudha prabowo
Ignasisus Jonan, saat meninjau kesiapan mudik Lebaran di Stasiun Malang, Kamis (16/6/2016). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Presiden Joko Widodo mencopot delapan menteri dalam reshuffle kabinet jilid II yang diumumkan pada Rabu (27/7/2016) di Istana Negara.

Berdasarkan penelusuran, mereka yang tergusur terdiri atas kalangan profesional hingga representasi partai politik. Siapa saja mereka?

1. Rizal Ramli
Rizal Ramli tergusur dari posisinya sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya. Rizal digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Belum jelas apa alasan Jokowi mencopot Rizal. Namun, Rizal selama ini memang kerap membuat gaduh karena menyatakan perbedaan dengan menteri Kabinet Kerja di ruang publik.

Di awal jabatannya, ia berseteru dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno terkait pembelian 350 pesawat Airbus untuk Garuda Indonesia.

Rizal juga berseteru dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said soal perpanjangan kontrak Freeport, proyek listrik 35.000 megawatt, hingga pembangunan blok Masela.

Terakhir, Rizal berseteru dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok terkait penghentian reklamasi Pulau G di Pantai Utara, Jakarta. Padahal, Presiden dalam berbagai esempatan mengingatkan para menterinya untuk tidak membuat gaduh.

2. Sudirman Said
Sudirman Said dicopot dari posisinya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia digantikan oleh Archandra Tahar, alumni Institut Teknologi Bandung yang juga merupakan salah satu pengusul off shore blok Masela.

Melalui akun Twitternya @sudirmansaid semalam, Sudirman sudah menyampaikan bahwa tugas besarnya telah selesai.

Sudirman tercatat pernah menjadi pemberitaan luas publik saat dia melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan terkait dugaan pencatutan nama Presiden. Akibat laporan itu, Novanto dicopot dari Ketua DPR.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved