Berita Kampus Surabaya

Peserta Inklusi Ikuti Tes Masuk Unesa Hingga Tahap Ketiga

#SURABAYA - Wakil Rektor Unesa, Yuni Sri Rahayu menjelaskan, pagu untuk jalur mandiri ke-3 ini sebanyak 10 persen dari pagu total.

Peserta Inklusi Ikuti Tes Masuk Unesa Hingga Tahap Ketiga
sulvi sofiana
Ujian tes mandiri ke-3 di Unesa, Selasa (26/7/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memasuki tes masuk jalur mandiri pada tahap ketiga.

Pendaftar pada jalur masuk terakhir ini mencapai 3.660 peserta. Dan satu di antaranya adalah penyandang tuna grahita, AA (19) yang mengikuti tes tulis secara terpisah dari peserta lainnya.

Alumnus SMK Negeri di Surabaya ini, memiliki keinginan untuk menjadi pngajar di sekolah luar bias. Sehingga ia mengikuti jalur masuk SBMPTN, mandiri tahap ke-2, dan tahap mandiri ke-3.

Ibu AA,ES (47) selama proses tes menunggu anaknya di depan ruangan tes. “Anaknya yang ingin kuliah, saya tidak memaksanya,” terangnya ketika ditemui SURYA.co.id, Selasa (26/7/2016).

Keadaan anaknya yang berbeda dengan anak lain pada umumnya, tak membuat ES malu. Bahkan ia berniat mendirikan SLB jika anaknya diterima di Unesa.

“Tidak kursus atau les khusus untuk tes ini, jadi rutin belajar dengan buku latihan soal. Paling sering belajar dan diberi soalnya sama ayahnya,” ungkapnya.

Wakil Rektor Unesa, Yuni Sri Rahayu menjelaskan, pagu untuk jalur mandiri ke-3 ini sebanyak 10 persen dari pagu total. Setelah tes ini, peserta harus bersiap mengikuti ujian keterampilan atau wawancara. Ujian tersebut dilaksanakan pada Rabu (27/7).

Selanjutnya, pengumuman penerimaan dilakukan pada 2 Agustus. Beberapa tes yang akan diujikan untuk calon mahasiswa S-1, antara lain, tes kemampuan dasar (TKD) dan tes keterampilan atau wawancara. ”Tes wawancara juga sesuai dengan bidang,” tutur Yuni.

Tes wawancara dilaksanakan untuk mengetahui keseriusan dan minat calon mahasiswa. Sementara program diploma, ujian dilakukan dengan tes kemampuan dan potensi akademik (TKPA) yang meliputi tes matematika dasar, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, verbal, numerikal, dan figural.

“Persiapan harus lebih baik, karena persaingannya ketat,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved