Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Jadi Kota Percontohan Dunia

Ini warganya tidak dipindah, tetapi tempatnya yang diperbaiki. Sanitasinya diperbaiki. Juga kawasan ekonomi nya dibangun," jelasnya kepada Surya (TRI

surya/ahmad zaimul haq
Tulisan Balai Kota berwarna merah dan putih terpasang di trotoar depan air mancur menari Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Kamis (14/7/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Mewujudkan perkotaan yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah urbanisasi inilah, yang akan dibahas dalam The Third Session Of The Preparatory Committe For Habitat III (Prepcom) di Surabaya, Senin (25/7/2016).

Tidak hanya itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mencontohkan Surabaya sebagai kota percontohan yang ideal bagi seluruh negara.

"Mari belajar dari Surabaya dan Indonesia dalam mewujudkan agenda pembangunan perkotaan yang ideal dalam dua tahun ke depan. Penataan kawasan Kenjeran misalnya, menjadi contoh bagus. Ini warganya tidak dipindah, tetapi tempatnya yang diperbaiki. Sanitasinya diperbaiki. Juga kawasan ekonomi nya dibangun," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Senin (25/7/2016).

Meski urbanisasi tidak bisa dihindari, namun keadaan itu masih bisa diatasi dengan berbagai inovasi dan kreatifitas.
Oleh sebab itu, urbanisasi ini harus berjalan dengan baik dari aspek pembangunan perkotaan, perencanaan, regulasi, hingga pembiayaan utama. Dan apabila pembangunan pedesaan berhasil maka desa akan menjadi seperti kota.

"Sehingga akan ada terciptanya lapangan pekerjaan di sana, kualitas air juga akan menjadi sama sepeti diperkotaan. Dan bila pembangunan culture ini tidak berhasil, maka orang akan berpindah ke perkotaan," terang menteri bergelar S3 Teknik Sipil Colorado State University, Amerika Serikat ini .

Menteri PUPR memang diajak Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk melihat langsung keindahan Kenjeran pada Minggu (24/7/2016) malam.

Selain menyaksikan eksotisme air mancur warna warni menari di Jembatan Suroboyo, juga diajak menikmati ikan bakar di Sentra Ikan Bulak (SIB).

Disampaikan Menteri Basuki, di kawasan Kenjeran tersebut, seandainya yang dibangun adalah jalan tol (bukan Jembatan Suroboyo), maka penduduk di sana bakal dipindah dari tempat tinggalnya.

“Tetapi bu Risma punya rencana lebih baik. Ini menjadi contoh penataan kawasan yang terencana,” tambahnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sementara itu, Executive Director of the United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat) Joan Clos menambahkan, konferensi di Surabaya ini merupakan upaya untuk memberikan pengesahan dari resolusi finas yang telah dibuat sebelumnya yang tidak lain adalah isi dari deklarasi Quito.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved