Pendidikan Surabaya

Peserta Community Outreach ProgramTekankan Budaya Kebersihan

”Di sini mereka belajar menghargai dan membantu masyarakat lain. Melatih jiwa sosialnya, jadi tidak hanya punya ilmu akademis,” terangnya kepada Surya

Peserta Community Outreach ProgramTekankan Budaya Kebersihan
surya/Sulvi Sofiana
Mahasiswa program master social work di Inholland University, Gemma Vos saat mengajar bahasa inggris sambil bermain di SD Jembul dalam program COP UK Petra, Minggu (25/7/2016) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi warga negara asing yang mengunjungi pedesaan di Indonesia, sikap ramah dan pemandangan yang asri merupakan kesan khas yang dirasakan.

Seperti yang dialami peserta Community Outreach Program (COP) berupa Kuliah Kerja Nyata Universitas Kristen Petra selama tiga minggu di Kapubaten Mojokerto, Jawa Timur.

Mulai 14 Juli sampai 4 Agustus 2016 mereka melakukan beragam kegiatan pengabdian mayarakat dalam bentuk fisik dan non fisik.

Mahasiswa program master social work di Inholland University, Gemma Vos mengungkapkan keikutsertaannya dalam COP menjadi pengalaman pertamanya mengenal Indonesia.

Dalam COP selain membantu pembersihan dan perawatan sejumlah fasilitas umum, ia juga menjadi pengajar bahasa dan permainan di SD Desa Jembul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.

“Kesulitan penyampaian bahasa pasti, tetapi kami berusaha menekankan budaya kebersihan. Karena naak-anak sering buang sampah sembarangan. Padahal di negara kami sangat menjaga alam,” terangnya dalam bahasa Inggris ketika ditemui usai program pengajaran COP di sekolah kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Senin (25/7/2016).

Dalam program mengajar, ia memberikan latihan belajar bahasa inggris melalui lagu-lagu dan permainan interaktif.

Mulai dari kata sapaan hingga pengenalan transportasi. Anak-anak di sekolah juga tampak senang dengan kehadiran tau di desa mereka. Anak-anak ini tampak antusias melihat warga asing setiap harinya.

Siswa kelas 3, Mega Aya Puspita Sari (9) menjelaskan dirinya belajar bahasa inggris sejak kedatangan mahasiswa COP.
Bahkan sekarang mereka diharuskan membuang sampah pada tempatnya.

“Seru, asyik, belajarnya sambil nyanyi sama mbak bule,” terangnya.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved