Berita Sumenep

Dituding Dukun Santet, Sirat Ditemukan Tewas dengan Luka Bacok di Sekujur Tubuh

Dituding memiliki ilmu hitam atau santet, Sirat (50) warga Dusun Platokan, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep dibunuh ramai-ramai.

surya/hayu yudha prabowo
Ilustrasi petugas menutup kantong kantong berisi mayat. 

SURYA.co.id | SUMENEP - Dituding memiliki ilmu hitam atau santet, Sirat (50) warga Dusun Platokan, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep dibunuh ramai-ramai.

Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai tabib ini ditemukan tewas dengan kondisi luka mengenaskan hampir di sekujur tubuhnya, Senin (25/7/2016).

Fathorrahman (30) kerabat korban mengatakan, pada minggu (24/7/2016) malam, Sirat ke luar rumah untuk mengobati ada warga di desa tetangga.

Korban ternyata tidak kembali hingga menjelang pagi hari.

"Kami berusaha mencari ke berbagai tempat, termasuk ke beberapa rumah kerabat, tetapi tidak dijumpai," ujar Fathorrahman.

Saat pulang ke rumah, ketika melintas jalan setapak dekat rumah tempat tinggalnya, atau sekitar 150 meter, ditemukan tubuh korban yang sudah tidak bernyawa. Hampir sekujur tubuhnya penuh luka bacok akibat sabetan senjata tajam dan senjata tumpul.

" Kami tidak menduga saat pulang mencari ke beberapa rumah kerabat, ternyata dia tidak bernyawa berlumuran darah," lanjutnya.

Atas temuan tersebut pihak keluarga melapor ke aparat desa setempat yang kemudian dilaporkan ke Polsek Pasongsongan.

Polisi yang datang ke lokasi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara kemudian korban dievakuasi ke Puskesmas Pasongsongan.

Setelah diautopsi, korban diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kasubbag Humas, AKP Hasanuddin membenarkan kejadian tersebut. 

Kini polisi sedang meminta keterangan dari pihak keluarga dan beberapa saksi mata yang pertama menemukan korban di lokasi kejadian.

" Kami masih melakukan olah TKP, dan memeriksa beberapa orang saksi, termasuk istri dan anak-anak korban untuk mengungkap pelaku dan motif penganiayaan berat tersebut," ujar Hasanuddin.

DItanya soal desas-desus adanya motit tuduhan korban memiliki ilmu santet atau sihir, Hasanuddin tidak berani mengiyakan desas-desus tersebut,

" Kami akan memastikan motifnya setelah pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu, ditangkap. Kami sedang mengejar pelakunya, Insya Allah akan segera ditangkap," tegas Hasanuddin.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved