Berita Lamongan

Baru Sepekan Terpilih Menjadi Kades, Sriyanto Digoyang dengan Tuduhan Ini

Baru saja terpilih sebagai Kepala Desa Sogo, Kecamatan Babat, kali kedua dalam Pilkades serentak, Minggu (17/7/2016), Sriyanto dituding telah...

Baru Sepekan Terpilih Menjadi Kades, Sriyanto Digoyang dengan Tuduhan Ini
surya/hayu yudha prabowo
Kualitas beras miskin (raskin) yang selalu dikeluhkan warga berwarna kuning dan kotor. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Baru saja terpilih sebagai Kepala Desa Sogo, Kecamatan Babat, kali kedua dalam Pilkades serentak, Minggu (17/7/2016), Sriyanto dituding telah menjual raskin saat menjabat sebagai kades periode 2011 - 2016.

Dana yang dipersoalkan hanya sekitar Rp 1,3 juta. "Dalam praktiknya, diduga banyak orang mampu yang mendapat jatah beras miskin,"ungkap Sahudi Irsad, warga Sogo.

Sahudi menyebutkan, apa yang diungkapnya itu berdasarkan LPJ tahun 2015 Desa Sogo dimana ada penyebutan hasil pendapatan penjualan raskin selama satu tahun sebesar Rp 1, 3 juta.

"LPJ itu yang menandatangi juga Sriyanto sebagai kepala desa,"tandasnya.

Dibeberkan, data orang miskin di Desa Sogo sebanyak 132 orang dan masing - masing mendapat jatah 15 kilogram beras.

Tapi berdalih demi pemerataan untuk warga miskin, maka jatah raskin itu dibagi untuk 400 orang. Dan per orangnya mendapatkan raskin 4 kilogram hingga 5 kilogram.

"Saya pernah minta data penerima raskin, tapi tidak diberi oleh perangkat desa,"ungkap Sahudi.

Ia berharap pihak terkait menangani serius temuannya tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Sogo terpilih, Sriyanto dikonfirmasi Surya Online, Senin (25/7/2016) menegaskan, tudingan Sahudi itu mengada - ada.

Sriyanto menilai, warganya itu memang sengaja mencari - cari kesalahan yang sama sekali tidak pernah ia lakukan.

"Masak saya dituding makan uang raskin Rp 1, 3 juta, sementara setiap musim panen saya membagi - bagikan sebanyak 2 ton gabah,"ungkap Sriyanto.

Menurut Sriyanto, meski warganya itu satu - satunya orang yang terus berusaha merusak nama baiknya atau memfitnahya, Sriyanto tetap tidak ingin berpolemik dengan Sahudi.

"Masak saya harus lapor balik. Tidak perlu,"tandasnya.
Yang pertama, Sahudi menjelang pilakdes, menurutnya pernah membuat laporan dengan tudingan dirinya korupsi dan kedua ini, menuding pihaknya menjual beras untuk orang miskin (raskin).
Ulag Sahudi, menurutnya sudah sangat keterlaluan. Seharusnya, Sahudi yang juga sebagak LSM, tandas Sriyanto tak sepantasnya berbuat seperti itu.
Apa yang dilakukan Sahudi dinilainya hanya untuk menjatuhkannya. "Istilahnya,cari - cari masalah,"tandas Sriyanto.(nif)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved