Barita Madiun
Ratusan Massa Hanura Madiun Geruduk Rumah Ketua DPC Hanura
yang membuat massa Hanura bergejolak, adanya calon Ketua Hanura dari luar yang sudah memasang "bunner", dan itu membuat situasi memanas,"kata Oentoro
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni
SURYA.co.id | MADIUN - Sebanyak 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPC Kabupaten Madiun menolak Musyawarah Cabang (Muscab) dengan mendatangi rumah Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Madiun, Jumat (22/7/2016).
Penolakan Muscab Partai Hanura Kabupaten Madiun yang akan digelar Sabtu (30/7/2016) itu dianggap tidak sesuai AD/RT partai Hanura. Selain itu, ada salah satu calon Ketua DPC Hanura Kabupaten Madiun, yang datang dari luar Partai Hanura, sudah mengikrarkan diri memasang spanduk pelaksanaan Muscab Partai Hanura itu.
Menurut Anang Fatoni, dari PAC Partai Hanura, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, menghendaki Ketua DPC Partai Hanura menolak rencana penyelenggaraan Muscab yang dianggapnya tidak sesuai dengan AD/ART Partai Hanura itu.
"Kita minta Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Madiun bisa tegas, karena penyelenggaraan Muscab yang rencananya dilaksanakan Sabtu (30/7/2016) itu tidak didukung seluruh PAC Hanura di Kabupaten Madiun, karena tidak sesuai AD/ART partai. Lebih lebih lagi ada calon Ketua DPC yang dengan percaya diri (PD) memasang spanduk bergambar foto pencalonannya itu,"kata Anang lewat pengeras suara, didepan rumah Ketua DPC Partai Hanura kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (22/7/2016).
Peristiwa digeruduknya rumah Ketua DPC Partai Hanura itu, beberapa kali hampir terjadi adu fisik, antara massa Hanura dengan keamanan yang menjaga rumah Ketua DPC Partai Hanura itu.
Meski akhirnya bisa direda aparat keamanan setempat yang sejak pagi menjaga disekitar rumah Ketua DPC Hanira Oentoro itu.
Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Madiun Oentoro, sebenarnya permasalahan ini sudah diajukan ke pimpinan diatas, terkait Muscab yang sebentar lagi akan diselenggarakan itu.
"Memang benar, Muscab yang akan diselenggarakan itu melanggar AD/ART partai. Kemudian yang membuat massa Hanura bergejolak, adanya calon Ketua Hanura dari luar yang sudah memasang "bunner", dan itu membuat situasi memanas,"kata Oentoro kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Dikatakan Oentoro, sebenarnya pimpinan di atas sudah melakukan sosialisasi mengenai Muscab Partai Hanura yang akan digelar seusai Hari Raya dan dilaksanakan sesuai prosedur yang semestinya.
"Tapi apa nyatanya, tidak seperti yang direncanakan. Ini malah ada calon dari luar yang sudah memasang spanduk, dan ini yang membuat kisruh rencana Muscab ini,"jelasnya.
Diungkapkan Oentoro, DPC Hanura Kabupaten Madiun, sudah menyampaikan persoalan yang terjadi di bawah. Tapi para petinggi Partai Hanura diatas seperti tidak merespon laporan itu.
"Saya berjanji akan melaporkan kembali apa yang terjadi dan menjadi persoalan dibawah untuk kedua kalinya. Karena kalau sampai penyelenggaraan Muscab dipaksakan dan dilaksanakan tidak sesuai AD/ART partai, akan terjadi gejolak yang berujung tindakan anarkis,"pungkas Oentoro.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-madiun-massa-hanura-geruduk-rumah-ketua-pac_20160722_181817.jpg)