Breaking News:

Berita Mancanegara

Gara-gara Penumpangnya Berkelahi di Kabin, Pesawat ini Terpaksa Mendarat Darurat di Bali

Romy Papas (22), penumpang asal Sydney,mengatakan, keenam pria itu membuat kacau sejak mereka naik ke dalam pesawat.

foto: kompas.com
Aparat keamanan Indonesia terlihat menggiring para penumpang mabuk yang mengakibatkan sebuah penerbangan maskapai JetStar melakukan pendaratan darurat di Denpasar, Bali. 

SURYA.co.id | SYDNEY - Enam pria mabuk berulah dan berkelahi di dalam kabin sebuah pesawat yang sedang terbang dari Sydney, Australia menuju Phuket, Thailand.

Akibat perkelahian para pemabuk itu, pesawat JetStar tersebut terpaksa mendarat darurat di bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Di bandara, petugas kepolisian dan militer sudah menunggu dan langsung menahan keenam orang itu untuk diperiksa.

Romy Papas (22), penumpang asal Sydney, duduk di barisan yang sama dengan para perusuh itu mengatakan, keenam pria itu membuat kacau sejak mereka naik ke dalam pesawat.

Romy menambahkan, perkelahian pecah diduga ketika salah satu dari enam pemabuk itu mencoba memukul salah seorang penumpang dan kawannya menghalangi niatnya itu.

Romy yang sangat ketakutan menambahkan, pria itu kemudian dipukuli beberapa kali oleh teman-temannya sendiri.

"Salah seorang temannya memukuli pria itu di wajahnya sebanyak tiga kali sehingga darah ada di mana-mana. Dia kemudian duduk di kursinya dengan darah masih bercucuran," ujar Romy.

Keenam orang ini berasal dari Australia dan Selandia Baru dan disebut media bernama Brett Eldridge, Michael John Matthews, Lynmin Richard Waharai, Mark Paul Eric Rossiter, Bradley Nigel Beecham dan Ricky Longmuir William.

Salah satu dari mereka, Brett Eldridge (32), diduga kuat mengunggah foto ke akun Facebook-nya menyebut salah seorang dari mereka memang membuat keributan dengan penumpang lain tapi dia membantah perilaku itu menakuti penumpang lainnya.

Keenam orang itu, kepada penyidik Indonesia, mengaku mabuk tetapi mereka tidak akan menghadapi tuntutan hukum karena insiden itu terjadi di pesawat berbendera Australia.

Kini maskapai JetStar sedang mengusahakan agar keenam orang itu dipulangkan kembali ke Australia baik bersama-sama atau dengan menggunakan penerbangan terpisah.

Editor: Parmin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved