Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Raya

TNBTS Minta Wisatawan Tak Pakai Kendaraan Matic ke Bromo, Ini Bahayanya

Petugas Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyarankan wisatawan tidak mengendarai kendaraan matic ke Gunung Bromo.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Musahadah
foto:antara
Seorang warga Tengger membawa kambing dari larung sesaji upacara Yadnya Kasodo di kawah Gunung Bromo, Probolinggo. uploader: Titis Jati Permata 

SURYA.co.id | MALANG - Petugas Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyarankan wisatawan tidak mengendarai kendaraan matic ke Gunung Bromo.

Sebab kendaraan jenis matic tidak cocok untuk medan menuju Bromo, terutama yang melewati Jemplang (Malang dan Lumajang), juga Wonokitri (Pasuruan). Kendaraan jenis ini juga tidak cocok mengarungi lautan pasir.

Bahkan petugas BB TNBTS mencatat ada empat kecelakaan melibatkan kendaraan matic sebulan terakhir.

"Jadi kami imbau untuk tidak memakai kendaraan jenis matic, karena tidak cocok untuk medan ke Bromo," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II TBTS Tatag Hari Rudhata, Rabu (20/7/2016).

imbauan ini kembali disampaikan Tatag mengingat hari ini sampai besok digelar perayaan Yadnya Kasada. Perayaan ini diperkirakan akan dikunjungi 2.000-an orang. Belum lagi warga suku Tengger yang melaksanakan ritual tersebut.

Hal senada diakui Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I TNBTS (Bromo - Pasuruan), Sarmin.

Pernah suatu kali ketika masa liburan, ia menyarankan pengunjung yang membawa matic tidak meneruskan perjalanan ke lautan pasir.

"Pengunjung manut, tetapi kami juga akhirnya yang repot. Karena pengunjung meninggalkan mobil matic mereka di kantor kami, waktu itu pernah ada sekitar 60-an mobil terparkir. Kami juga repot harus menjaganya," tutur Sarmin sambil geleng-geleng kepala.

Kantor Sarmin berada di Cemorolawang, Ngadisari, Probolinggo. Cemorolawang merupakan salah satu pintu masuk ke lautan pasir Bromo.

Melihat pengalaman itu, petugas menyarankan pengunjung tidak memakai kendaraan matic untuk ke Bromo. Mobil yang tepat dipakai adalah mobil berpenggerak roda 4x4.

Suku Tengger menggelar Yadnya Kasada mulai Rabu (20/7/2016) dan puncaknya Kamis (21/7/2016).

Ritual tahunan ini berupa pemberian sesaji ke kawah Bromo, berupa hasil bumi dan ternak warga Tengger.

Kegiatan dimulai dengan sejumlah prosesi seperti pengambilan air suci di Gua Widodaren, selamatan di Pura Agung yang berada di lautan pasir, hingga melempar sesaji yang dirangkai di ongkek ke dalam kawah.

Kasada tahun ini menjadi berbeda karena berada di tengah Gunung Bromo yang sedang menyandang status Waspada. Meski begitu, perayaan ini diprediksi tetap akan menyedot ribuan orang pengunjung.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved