Berita Surabaya

Ini Alasan Risma Pilih Kampung Ketandan untuk Terima Tamu UN Habitat

#SURABAYA - Konon, sejak zaman Majapahit, kampung sebagai tempat berkumpul serdadu militer yang berperang dengan suku Tartar dari Mongolia.

Ini Alasan Risma Pilih Kampung Ketandan untuk Terima Tamu UN Habitat
Saktia Golda S
Kampung Ketandan di Jalan Tunjungan, saksi sejarah panjang Kota Surabaya yang masih bertahan melawan arus modernisme. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kampung Ketandan Surabaya kini sedang naik daun. Kampung di Jalan Tunjungan ini akan menjadi lokasi penyambutan tamu delegasi Preparatory Committee (Prepcom) III for Habitat III 27 Juli.

Lantas, apa hal spesial dari kampung Ketandan sehingga membuatnya terpilih untuk menyambut tamu dari berbagai negara tersebut? 

Ternyata, kampung kecil di Jalan Tunjungan ini merupakan saksi bisu sejarah panjang Kota Surabaya yang masih bertahan melawan arus modernisme.

Meskipun terhimpit berbagai bangunan tinggi yang serba modern, Kampung Ketandan masih terus bertahan melawan gempuran pembangunan mega proyek di Surabaya.

Kampung Ketandan, atau yang dahulu bernama Kentandang ini merupakan salah satu kampung tertua di Surabaya.

Sejarahnya bisa ditelusuri nun jauh sebelum pelaut Belanda datang ke Indonesia, hingga ke zaman Kerajaan Majapahit.

“Sejak zaman Kerajaan Majapahit, kampung ini telah berdiri sebagai tempat berkumpul serdadu militer yang berperang dengan suku Tartar dari Mongolia,” kisah Siswandoko, ketua RT di kampung Ketandan lama.

Meskipun tidak ditemukan candi peninggalan Majapahit di dataran Surabaya, jejak peninggalan Majapahit bisa ditemukan dalam punden atau makam keramat yang salah satunya ada di Kampung Ketandan.

Dilindungi sebuah pohon beringin besar, bersemayamlah nenek moyang warga kampung Ketandan yakni Mbah Buyut Tondo dengan dua pengawal setianya.

Kepunden ini juga menjadi lokasi balai kebudayaan berbentuk joglo yang kini sedang dibangun. Balai kebudayaan yang baru ini akan diresmikan pada Rabu (27/7/2016).

Halaman
12
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved