Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Gandeng Tiga Perusahaan, Upaya PLN Wujudkan Target terkait Energi Baru Terbarukan

Kepala Divisi Operasi Direktorat Regional Jawa Bagian Timur dan Bali, Daniel S Bangun, mengatakan MoU ini untuk mewujudkan visi dan mencapai target.

surya/srihandi lestari
Penandatangan MoU antara PT PLN (Persero) dengan PG Pesantren Baru, anak perusahaan PTPN X dan dua perusahaan penghasil energi baru terbarukan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga perusahaan yang sudah mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT PLN (Persero).

Dalam MoU itu, EBT yang dihasilkan oleh ketiganya akan dikelola PLN untuk disalurkan ke masyarakat.

Tiga perusahaan itu adalah PT Sumber Organik (SO) Surabaya sebagai pengelola TPA Benowo, anak perusahaan PTPN X di wilayah Kediri, dan PT Jasa Tirta I.

Kepala Divisi Operasi Direktorat Regional Jawa Bagian Timur dan Bali, Daniel S Bangun, mengatakan MoU ini untuk mewujudkan visi dan mencapai target melalui strategi cantik.

"Sehingga dapat bekerja sama melakukan eksekusi di lapangan dengan ekselen. Karena, apabila hanya strategi yang cantik tanpa eksekusi ekselen di lapangan maka semua strategi untuk mencapai target di semester ini akan sia – sia,” kata Daniel.

Daniel menyampaikan hal itu dalam giat rakor sebagai penanda komitmen anyar dari Direktorat Jawa Bagian Timur dan Bali untuk mencapai target di semester II dengan eksekusi lebih ekselen, Rabu (20/7/2016).

Pada sesi Penandatanganan MoU, dijelaskan bahwa PT PLN (Persero) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dari Pembangkit Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Khusus untuk PLN Distribusi Jawa Timur total kapasitas Pembangkit EBT yang sudah ditandatangani 15,79 MW terdiri dari PLTM Seloliman Excess Power Mojokerto 30 kW, PLTM Pacet Mojokerto berdaya 1.500 kW, dan PLTM Lodagung Blitar 1.300 kW,
Kemudian PLTSa Benowo 1 Surabaya dengan daya 1.650 kW, PLTSa Benowo Surabaya 8.310 kW, dan PG Pesantren Baru Excess Power Kediri berdaya 3.000 kW.

"Potensi Pembangkit berbasis EBT sampai saat ini tercatat sebesar lebih dari 53 MW tersebar di seluruh wilayah Propinsi Jawa Timur," tambah Daniel.

PLTSa Benowo pembangkit listrik energi terbarukan dengan berbasis sampah kota dengan teknologi sanitary landfill.

Pembangkit Listrik PG Pesantren Baru Kota Kediri milik PTPN X merupakan Co Generation yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam proses produksi PG Pesantren Baru.

Lokasi pembangkit berada pada area PG Pesantren Baru. Bahan bakar pembangkit menggunakan ampas tebu atau bagas.

Sedang PLTM Lodagung berdaya 2 x 650 kW atau 1,3 MW dibangun oleh Perum Jasa Tirta I berlokasi di area Bendungan Wlingi Kabupaten Blitar.

Pasokan air tersalur melalui intake saluran irigasi Lodagung yang memasok kebutuhan pertanian di wilayah Lodoyo dan Tulungagung.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved