Menuju PON XIX 2016 Jabar

Cari Lawan Berat, Tenis Meja Jatim TC di China

"Selama ini kami kan jarng melakukan ujicoba di beberapa kejuaraan. Kalau pun pernah, kami lebih sering melakukan ujicoba dengan sesama atlet Jatim."

Cari Lawan Berat, Tenis Meja Jatim TC di China
surya/bobby koloway
Rombongan tim tenis meja Jatim berfoto bersama menjelang keberangkatan ke China, Sabtu (16/7/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jelang gelaran Pekan Olahraga Nasiona (PON) XIX/2016 yang menyisakan kurang dari dua bulan, timn tenis meja Jatim semakin memperbanyak lawan ujicoba. Bahkan, bukan hanya melawan sesama atlet tanah air, Pengrov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jatim pun mengirimkan para atletnya ke China selama sebulan demi mendapatkan lawan sepadan, Sabtu (16/7/2016).

Menurut pelatih puslatda tenis meja Jatim, Agus Winarto, dipilhnya negara beribukota Beijing tersebut sebagai tempat latihan karena bisa sekaligus menjadi tempat ujicoba. Sebab, sebagaimana diketahui, di sana banyak terdapat atlet tenis meja berkualitas dunia.

"Selama ini kami kan jarng melakukan ujicoba di beberapa kejuaraan. Kalau pun pernah, kami lebih sering melakukan ujicoba dengan sesama atlet Jatim. Oleh karena itu, kami rasa masih perlu menambah jam terbang para atlet dengan melkaukan ujicoba di luar negeri," ujar Agus kepada Surya.co.id (TRIBUNnews.com Network), Sabtu (16/7/2016).

"Kami kawatir, para atlet mengalami kepercayaan diri yang berlebihan kareana merasa unggul ketika sparing di sini (Jatim). Padahal, mereka sebenarnya berhasil unggul hanya karena hafal dengan permainan lawan," lanjut Agus.

Oleh karena itu, dengan memilih China sebagai tempat latiha, variasi lawan yang akan menjadi musuh ujicoba tim Jatim akan semakin banyak.

"Di China kan banyak klub yang memilki pemain dengan kualitas yang nggak perlu diragukan. Jadi, atlet kami bisa sekaligus mengukur kemampuan," jelas Agus.

Diharapkan , dengan melakukan ujicoba disana selama lebih dari sebulan, mental bertanding atlet Jatim dapat semakin meningkat. "Putaran bola yang dihasilka para atlet China pun lebih deras dari atlet sini. Jadi, apabila atlet kami terbiasa dengan bola cepat, pemain kami tak gugup lagi ketika bertanding pada PON nanti," ujar Agus.

Ada sembilan atlet yang berangkat pada pagi hari tersebut. Di tim putra ada M Hussein, Ficky Supit, M Ardha Yuana, dan Julius Dwi Cahya. Sedangkan untuk atlet putri ada Kristin Ferliana, Silir Rovani, Nur Azizah, Gustin Dwi Wijayanti, dan Widya Wulansari.

Rencananya, selama di China mereka akan memusatkan latihan di Kota Jinan dan Jilin. Selanjutnya, mereka kembali ke Jatim pada awal September mendatang.

"Mungkin dua pekan sebelum berangkat ke Jabar atlet akan pulang. Sebab, mereka akan melakukan pemulihan sekaligus adaptasi pasca ujicoba itu," tutup Agus.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved