Berita Pendidikan Surabaya

Sekolah Lab Unesa akan Dikelola Guru Besar, hingga kini masih Buka Pendaftaran Siswa Baru

“Mahasiswa yang ngajar ini lho sudah berpengalaman. Mereka guru-guru di sekolah yang sedang menempuh S2 dan PPG,” kata Warsono.

surya/sulvi sofiana
Rektor Unesa Prof Dr Warsono MS (kanan)dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Unesa memberdayakan guru besar guna mengelola sekolah labotarium (labschool). Upaya Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) Unesa ini seperti Universitas Airlangga mengelola sebuah Rumah Sakit Unair.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya terkait sistem belajar di SD dan SMP labschool Unesa, pihak Unesa akan menjadi labotarium bagi dosen dan mahasiswa untuk pengembangan pembelajaran di kelas.

“Saat ini labschool masih berstatus swasta. Sekolah harus mengikuti konsep pembelajaran Dispendik, tetapi kami sudah mengajukan izin untuk mengeola sistem belajar dengan memberdayakan sekolah untuk riset mahasiswa dan dosen yang ingin mengembangkan keilmuannya," jelas Rektor Unesa, Warsono ketika ditemui SURYA.co.id, Rabu (13/7/2016).

Labschool Unesa akan menggunakan lesson studi, yaitu satu mata pelajaran bisa diajar oleh beberapa guru. Berbeda dengan yang diterapkan Dindik dengan satu guru mengajar satu mata pelajaran.

Dosen Administrasi Negara Unesa tersebut menerangkan pengembangkan ini masih sulit diterapkan pada sekolah negeri maupun swasta karena jumlah gurunya minim.

Proses lesson studi itu dilakukan karena labschool akan dijadikan labotarium tempat penelitian tindakan kelas (PTK) oleh mahasiswa pascasarjana (S2).

Dimana, dalam saat belajar, guru-guru yang mengajar nantinya bisa mengamati satu persatu siswanya.

Sehingga, guru mampu introspeksi diri dan kemudian melakukan inovasi-inovasi pembelajaran.

Selain itu, mahasiswa S2 dan yang mengikuti PPG bisa melakukan penelitian pengembangan pembelajaran di labschool.

“Mahasiswa yang ngajar ini lho sudah berpengalaman. Mereka guru-guru di sekolah yang sedang menempuh S2 dan PPG. Jadi kompetensi mereka sudah tidak diragukan lagi,” kata Warsono.

Hinggi kini SD dan SMP labschool Unesa, yang berada di Lidah Kulon, masih membuka pendaftaran.

Namun pendaftaran ini masih dibatasi untuk satu rombongan belajar atau sekitar 25 siswa.

"Kami baru mendapat satu kelas saja, konsepnya memang satu kelas tidak lebih dari 30. Agar proses pembelajaran lebih mudah diserap siswa," tutur Alimufie arie, Direktur Pendidikan Labschool Yayasan Dharma Wanita Unesa.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved