Kamis, 30 April 2026

Berita Surabaya

Awas, Meterai Palsu Beredar di Situs Penjualan Online, ini Penjelasan Polisi

Meterai milik Ali ini sulit dibedakan dengan materai lainnya secara kasat mata.

Tayang:
Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
surya/zainudin
Tersangka M Ali Machfufi (kiri) dan meterai palsu yang disita anggota Unit Reskrim Polsek Karangpilang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelanggan situs penjualan online harus waspada. Banyak barang palsu dijual-belikan di situs penjualan online.

Unit Reskrim Polsek Karangpilang menangkap warga Mantup, Lamongan, M Ali Machfufi (41).

Pria bekerja sebagai cleaning service bank milik pemerintah ini diduga menjual meterai palsu.

Petugas menyita sekitar 1.200 materai palsu, dan uang hasil penjualan sebesar Rp 395.000.

Meterai milik Ali ini sulit dibedakan dengan materai lainnya secara kasat mata.
Perbedaannya baru terlihat saat dilihat menggunakan sinar X. Meterai asli akan terlihat serat warna hitam.

"Kalau meterai milik tersangka terlihat polos. Tidak ada serat sama sekali," kata Kanitreskrim Polsek Karangpilang, AKP Widiantoro, Minggu (10/7/2016).

Widiantoro mengaku sempat kesulitan membujuk tersangka keluar dari persembunyiannya.

Selama ini tersangka mengirim meterai pesanan menggunakan jasa pengiriman.
Tersangka baru bersedia mengirim materai sendiri ke Surabaya setelah dijanjikan harga lebih tinggi.

Petugas dan tersangka janjian bertemu di Jalan Mastrip. Petugas tidak langsung menangkap tersangka. Saat tersangka mengeluarkan meterai pesanan, baru petugas menangkapnya.

Menurut Widiantoro, tersangka membeli meterai palsu itu di situs penjualan online.

Setiap meterai dibeli seharga Rp 4.000. Tersangka menjual lagi meterai ini seharga antara Rp 4.500 - Rp 5.000. Harga meterai di pasaran berkisar Rp 6.000 - Rp 7.000.

Tersangka sudah dua kali membeli meterai dari Jakarta. Saat pembelian pertama,
tersangka memesan 1.000 meterai. Seluruh meterai ini sudah terjual melalui situs penjualan online.

Tersangka memesan meterai palsu lagi dua bulan kemudian. Kali ini tersangka memesan sebanyak 2.000 meterai. Meterai pesanan terakhir ini sudah terjual sekitar 800 meterai.

"Di Surabaya baru ada satu korban," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved