Berita Banyuwangi

‎Menteri Pariwisata Berkumpul Para Perantau asal Banyuwangi, Ini Pesan-pesannya

#BANYUWANGI - Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang merupakan putra daerah Bumi Blambangan.

‎Menteri Pariwisata Berkumpul Para Perantau asal Banyuwangi, Ini Pesan-pesannya
haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan ratusan diaspora (perantau) dalam sebuah halal bi halal di pendapa Shaba Swagata Blambangan, Jumat (8/7/2016). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan ratusan diaspora (perantau), dalam sebuah halal bi halal di Pendapa Shaba Swagata Blambangan, Jumat (8/7/2016).

Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang merupakan putra daerah Bumi Blambangan.

Acara itu dihadiri para perantau asal Banyuwangi yang memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda, dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri, seperti Jakarta, Bandung, Kalimantan, Mimika Papua, Malaysia, Taiwan hingga Melbourne, Australia.

Dalam sambutannya, Arief Yahya setuju Banyuwangi lebih mengedepankan sektor wisata daripada pembangunan berbasis industri dan pertambangan.

Arief menyarankan agar Banyuwangi mengutamakan pembangunan ekonomi yang sesuai kondisi Banyuwangi.

Arief mendorong agar Banyuwangi lebih fokus untuk membangun sektor pariwisata juga disokong dengan tingkat pertumbuhan wisatawan di Banyuwangi yang melesat.

"Industri pariwisata lebih tinggi dari manufaktur dan pertambangan, ada industri kerakyataan yang pengaruhnya menyentuh langsung masyarakat. Pak Anas (Bupati Banyuwangi) bisa menang di pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Yahya.

Acara ini menjadi ajang untuk bereuni dan mengenang kembali Banyuwangi.

Seperti yang dialami Suhaili Yakin, warga rantau yang kini menetap di Bandung. Suhaili yang hadir bersama keluarganya ini sengaja datang ke acara ini untuk bertemu teman-temannya sewaktu kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Ini salah cara meluapkan kerinduan kami pada Banyuwangi. Dengar lagu-lagu Banyuwangi di sini, hati saya pasti trenyuh inget kampung saya di Licin,” ujar Suhaili yang bekerja di salah satu perusahaan minyak.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved