Mancanegara
Lebaran, Mahasiswa Indonesia di Southampton Berbagi Masakan Khas yang Sulit Ditiru Negara Lain
Dalam agenda itu, komunitas yang akrab disebut Muslim IndoSoc menyajikan lebih dari 1.500 butir bakso kepada setidaknya 450 Muslim di Southampton.
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Musahadah
SURYA.co.id I SOUTHAMPTON – Merayakan Idul Fitri, Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Southampton, Inggris, berbagi 1.500 bakso, Rabu (6/7/2016), waktu setempat.
Ketua PPI Southampton, Mohamad Arekha Bentangan Lazuar, melalui pernyataan tertulis kepada Surya Online, Idul Fitri di Inggris, khususnya Southampton, merupakan momen yang paling ditunggu mahasiswa Muslim Indonesia yang tergabung dalam Muslim IndoSoc.
Ini kesempatan bagi Southampton University Indonesian Muslim Society (Masyarakat Muslim Indonesia di University of Southampton) untuk mengenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada seluruh masyarakat Southampton, khususnya umat Muslim.
Dalam agenda itu, komunitas yang akrab disebut Muslim IndoSoc menyajikan lebih dari 1.500 butir bakso kepada setidaknya 450 Muslim di Southampton. Acara itu digelar usai sholat Idul Fitri berjamaah.
“Kalau masyarakat Indonesia menyaksikan aktivitas kami saat ini, rasanya tidak ada lagi kekhawatiran diskriminasi isu xenofobia yang menyebar pasca Brexit karena pada dasarnya kami tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa,” kata Lazuar.
Kabar ini sekaligus untuk merespon isu yang beredar di Indonesia bahwa salat Idul Fitri di Southampton tidak bisa digelar sebagai dampak dari Brexit.
Faaris Mujaahid, Presiden Muslim IndoSoc menyatakan Idul Fitri selalu dimanfaatkan untuk mengenalkan kuliner sekaligus budaya Indonesia.
“Menu bakso dipilih karena bahan bakunya relatif mudah dicari, dan ini merupakan makanan khas Indonesia yang sulit ditiru negara lain,” tutur Faaris
Untuk menggelar aksi ini, hampir 100 mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Southampton (PPI Southampton) baik Muslim maupun Non-Muslim secara sukarela menyumbangkan tenaga dan uang saku mereka hingga terkumpul £227 (sekitar Rp 4 juta) untuk membeli 12 kilogram daging sapi dan 6 kilogram daging ayam bahan baku bakso.
“Dari tahun ke tahun, masyarakat di Southampton sudah hafal orang Indonesia pasti membagikan bakso saat lebaran. Pernah kami ganti menu lain, mereka mencari-cari ‘Mana bakso Indonesia?’. Alhamdulillah, bakso diterima bahkan digemari masyarakat dari berbagai penjuru dunia di Southampton,” lanjutnya.
Southampton merupakan rumah bagi sekitar 10.000 Muslim dari berbagai negara. Karena itulah, bagi mahasiswa Indonesia, ajang itu turut dijadikan sebagai ajang untuk berbaur dengan komunitas Muslim lainnya dari berbagai negara.
“Kegiatan ini merupakan salah satu strategi kami untuk berbaur dengan Muslim dari berbagai negara sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama Muslim. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, jadi sayang rasanya kalau kita tidak bisa berbaur dengan Muslim negara lain,” pungkas Faaris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lebaran-di-luar-negeri_20160708_125557.jpg)