Perang Irak
Tony Bair Disebut Teroris Paling Buruk Sedunia
Blair adalah penyokong utama Presiden AS George W Bush yang memimpin aksi militer sepihak menggulingkan Presiden Saddam Hussein lalu menduduki Irak.
Penulis: Adi Sasono | Editor: Adi Sasono
SURYA.CO.ID | LONDON - Para keluarga tentara Inggris yang tewas dalam Perang Irak menuntut mantan PM Tony Blair diseret ke pengadilan.
Mereka juga menyebut Blair yang memerintah Inggris antara 1997 hingga 2007 sebagai 'teroris terburuk sedunia'.
Dalam Perang Irak yang dimulai 2003, Blair adalah penyokong utama Presiden AS George W Bush yang memimpin aksi militer sepihak menggulingkan Presiden Saddam Hussein lalu menduduki Irak.
Akibat terlibat dalam perang Irak itu, sedikitnya 179 tentara Inggris tewas dan ribuan lainnya luka.
Nama Blair kembali disebut setelah Sir John Chilcot, ketua Chilcot Inquiry (Iraq Inquiry) mempublikasikan hasil penyelidikan independennya tentang keterlibatan Inggris dalam perang Irak sejak 2001 hingga 2009 pada 6 Juli 2016.
Banyak keluarga tentara Inggris yang tewas itu tidak bisa menahan emosinya ketika menyaksikan Sir John membacakan hasil penyelidikan yang sebenarnya selesai sejak 2009 itu.
Mereka mendengarkan dengan seksama dan beberapa di antara mereka juga menunjukkan foto orang-orang tercinta yang sudah meninggal dunia.
Sarah O'Connor mencoba menahan air matanya tidak jatuh. Ia mengutuk Blair dan kegagalannya minta maaf pada keluarga tentara.
Saudara Sarah, Bob (38) tewas bersama sembilan orang lainnya ketika pesawat yang ditumpanginya ditembak jatuh di dekat Baghdad pada 2005.
"Ada satu teroris di dunia ini yang harus diwaspadai. Namanya Tony Blair, teroris terburuk di dunia," katanya.
"Dia (Blair) sangat yakin dengan keputusannya (melibatkan Inggris pada Perang Irak). Mengapa dia tidak di sini untuk menatap mata kita dan benar benar melihat wajah kita," katanya menambahkan.
Sedangkan Rose Gentle yang anaknya, Gordon (19) tewas kena bom rakitan pada 2004, mengaku tidak akan pernah memaafkan Blair atas keputusannya itu.
Ia mengatakan mantan pemimpin Partai Buruh itu harus bertanggung jawab. Blair sendiri tidak minta maaf dan mengatakan prajurit Inggris tidak mati sia sia.
"Dia akan dikenang bukan sebagai perdana menteri, tetapi orang yang mengirim mereka ke perang ilegal. Saya senang dia diseret ke pengadilan. Saya berharap, tiap kali berangkat tidur, dia (Blair) berpikir 'apa yang telah saya lakukan'," kata Gentle.
Poin utama laporan Chilcot itu adalah Inggris terlibat dalam perang Irak berdasarkan informasi intelijen yang salah, yaitu tidak ada senjata pemusnah massal di Irak.
Padahal selama kampanye menjelang perang, Blair mendukung penuh klaim George Walker Bush bahwa Saddam Hussein telah mengembangkan senjata pemusnah massal untuk memerangi warganya sendiri.
Alasan senjata pemusnah massal itulah yang digunakan Amerika Serikat, Inggris dan negara sekutu lain untuk mendepak Saddam Hussein lalu menguasai Irak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/disebut-teroris_20160707_125926.jpg)