Berita Gresik
Komunitas Penulis Benjeng Pribumi Membedah Buku 'Benjeng Tempo Dulu'
#GRESIK - Ada 23 orang penulis pemula yang dilibatkan. Mulai dari pelajar SMP sampai perangkat desa di Kecamatan Benjeng.
Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
SURYA.co.id | GRESIK - Komunitas penulis 'Benjeng Pribumi' bersama Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan bedah buku 'Benjeng Tempo Dulu' di pendapa Kecamatan Benjeng, Gresik, Sabtu (2/7/2016).
Buku yang disusun 'Komunitas Benjeng Pribumi' itu berisi tentang asal usul desa, budaya dan makanan serta cerita lainnya.
Penulisan buku itu diketuai Supai dengan jumlah tulisan yang terkumpul sebanyak 100 tulisan.
Ada 23 orang penulis pemula yang dilibatkan. Mulai dari pelajar SMP sampai perangkat desa.
Acara bedah buku menghadirkan narasumber Viddy AD Daery, pemerhati budaya dari Lamongan dan Abdul Munif serta KH Sueb, pemerhati kebudayaan lokal Kecamatan Benjeng.
"Buku Benjeng Pribumi ini bercerita tentang banyak hal. Di antaranya sumur minyak tua dan asal muasal tentang nama Benjeng. Kegiatan ini bagus untuk mengungkap sejarah desa di Kecamatan Benjeng," kata Abdul Munif, Selasa (5/7/2016).
Peserta bedah buku dari karang taruna, remaja masjid (remas), ormas kepemudaan, pelajar dan tokoh masyarakat.
"Tentu ironis jika generasi muda tidak mengenal sejarah desa tanah kelahirannya sendiri. Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian kearifan lokal dan memunculkan sejarah lokal," kata Hadi Stiawan, anggota karang taruna Kecamatan Benjeng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sejarah-kecamatan-benjeng-gresik_20160705_204545.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sejarah-di-kecamatan-benjeng-gresik_20160705_204633.jpg)