Sabtu, 25 April 2026

Berita Surabaya

Proyek Infrastruktur Digenjot, Permintaan Pipa Baja Dalam Negeri Meningkat

"Jadi per bulan, rata-rata ada kenaikan produksi 5 ribu ton," ujarnya,kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), kemarin.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yoni

SURYA.co.id | SURABAYA - Permintaan pipa baja untuk pasar domestik meningkat tajam.

Ini tak lepas dari banyaknya proyek infrastruktur yang dikerjakan sepanjang tahun ini.

Tumbuhnya bisnis pipa baja tersebut diakui oleh Direktur HRD & GA PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo), Anton Subagiyanto.

Menurut Anton, pada kuartal pertama tahun ini, perusahaannya mencatatkan kenaikan produksi sebanyak 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tahun lalu total produksi mencapai 25 ribu ton perbulan, sementara tahun 2016 ini produksi Spindo mencapai 30 ribu ton perbulan.

"Jadi per bulan, rata-rata ada kenaikan produksi 5 ribu ton," ujarnya,kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), kemarin.

Pihaknya, kata Anton optimis angka pertumbuhan tersebut akan naik lagi pada sementer kedua tahun ini.

Pasalnya, mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan pada semester kedua biasanya lebih tinggi dibanding semester pertama.

"Makanya kapasitas produksi dari mesin yang ada akan kita maksimalkan. Karena saat ini utilisasinya baru 65 persen dari kapasitas produksi," terangnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Untuk strategi penjualan, jika semeter pertama masih mengandalkan penjualan ritel, pada semester kedua ini Spindo akan fokus di proyek infrastruktur.

Guna mendukung hal itu, keberadaan depo-depo di luar Jawa, terutama di wilayah Indonesia Timur juga akan diperluas.

Ini dilakukan, karena pemerintah mengarahkan fokus pembangunan infrastruktur ke wilayah Indonesia Timur.

"Jadi pas sudah," tegas Anton.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut, Spindo optimis dapat mewujudkan target penjualan tahun ini naik 10 sampai 15 persen dibandingkan tahun lalu.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, kebutuhan pipa baja dalam negeri saat ini mencapai 1,5 juta ton per tahun.
Tapi industri dalam negeri hanya mampu memenuhi 60 persen saja atau sebesar 900 ribu ton.

"Ini berarti ceruk pasar pipa baja dalam negeri masih luas. Inilah yang akan terus kita genjot," pungkas Anton kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved