Jumat, 24 April 2026

Berita Kampus Surabaya

hebat, Mobil Sapu Angin Duduki Urutan 22 dari 28 Peserta Kejuaraan DWC 2016

"Mereka saat ini berada di urutan ke 22 pada lintasan balapan kualifikasi dari total 28 peserta setelah lolos pada Technical Inspection," ujar Sukemi,

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Yoni
Dokumentasi tim sapu angin
Mobil dan tim sapu angin usai memperbaiki mobil dan siap bertanding. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usai mobil mengalami kebakaran hingga ditemukan hangus di dalam peti kemas ketika diturunkan di Olympic Park London, Inggris untuk mengikuti ajang Eco Shell Marathon Drivers World Championship (DWC) 2016, tim Sapu Angin ITS dengan cepat bangkit dari keterpurukan dan kekecewaan yang sempat menguasai mereka.

Mereka membangun dan mendesain ulang mobil dari sisa-sisa bahan yang masih bisa diselamatkan dan komponen bantuan dari alumni ITS yang bertempat tinggal di Inggris.

Body asli dicetak dengan desain sesuai perhitungan untuk minimum air resistance.

Mereka hanya memiliki waktu selama 2-3 hari di London untuk membentuk mobil lagi dengan material dan peralatan yang terbatas. Hasil perbaikan tersebut benar-benar bukti keterampilan seluruh anggota tim.

"Mereka saat ini berada di urutan ke 22 pada lintasan balapan kualifikasi dari total 28 peserta setelah lolos pada Technical Inspection," ujar Sukemi, salah satu pihak Humas ITS. Posisi itu, menempatkan tim Sapu Angin di depan tim UPI, dan tim dari UI yang belum memasuki antrian dan masih berada di paddock kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Rektor ITS, Prof Joni Hermana, telah membantu tim sekuat tenaga dari jarak jauh sejak awal mobil ditemukan hangus terbakar di dalam peti kemas dengan menghubungi Atase Pendidikan dan Kebudayaan UK agar mempermudah akses mobil.
Dukungan dan doa tak henti disampaikan pada Joni pada tim yang sedang berjuang.

"Saya akan menulis khusus untuk tim Sapu Angin sebagai tribute atas semangat mereka yang pantang menyerah. Kalah atau menang sudah bukan lagi merupakan hal utama lagi tetapi perjuangan tanpa kenal lelah itulah yang mengharubirukan kami," ujar Joni kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved