Senin, 27 April 2026

Berita Pamekasan

Petani Tembakau Terancam Gagal Panen setelah Tanaman Terendam Air

Sebagian petani lainnya membiarkan, lantaran air yang merendam cukup dalam dan menenggelamkan tanaman tembakaunya.

Penulis: Muchsin | Editor: Musahadah
surya/muchsin
TERMANGU – Salah seorang petani tembakau, termangu melihat tanaman tembakaunya tergenang air selama dua hari dan dikuras dengan mesin pompa penyedot air. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Hujan yang mengguyur tiga hari di Pamekasan membuat sejumlah petani tembakau kelimpungan.

Ttanaman tembakau mereka yang masih berusia 15 hari hingga 1,5 bulan terendam air.

Lahan tembakau yang cukup parah terendam air di antaranya di wilayah Kecamatan Pademawu, Kota dan Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Untuk menyiasati kondisi itu, beberapa petani terpaksa menguras air menggunakan mesin pompa penyedot air dengan harapan, tanamannya masih bisa diselamatkan.

Sementara sebagian petani lainnya membiarkan, lantaran air yang merendam cukup dalam dan menenggelamkan tanaman tembakaunya.

Sutiyo (45), petani tembakau asal Desa Konang, Kecamatan Galis dan Suparman (50), petani tembakau asal Desa Bulai, Kecamatan Galis, Pamekasan, Rabu (29/6/2016) mengatakan, lahan tembakau milik mereka sudah terendam air dua hari.

Untuk menyelamatkan tembakaunya, keduanya terpaksa menguras air di lahan menggunakan mesin pompa penyedot air.

“Kemarin lahan ini sudah tenggelam dan kami langsung mengurasnya, hingga tadi malam. Ternyata, tadi malam hujan lagi, sehingga lahan masih tergenang dan kami sekarang mengurasnya lagi,” kata Suparman.

Menurut Suparman, langkahnya menguras air sepanjang malam hingga siang hari ini, masih belum pasti setelah airnya kering, mampu menyelamatkan tembakaunya. Karena sebagian besar daunnya sudah terlihat layu.

Untuk mengetahui pasti, tanamannya masih hidup atau sudah mati menunggu dua atau tiga hari lagi.

Jika tanamannya mati, maka seluruh tanaman itu dicabut dan akan diganti bibit tembakau yang baru.

“Kalau mesin pompa penyedot air ini milik kami sendiri dan sudah kami persiapkan sebelumnya, mengingat musin tanam tembakau tahun ini kemarau basah,” tambah Mohammad Zuhri, salah seorang petani asal Kecamatan Pademawu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved