Berita Surabaya

Ini Alasan Pemkot Belum Bayar Premi Jaminan Kematian dan Kecelakaan Kerja PNS Surabaya

"Bukan tidak mau bayar, pasti dibayar hanya menunggu ada landasan hukum yang jelas," kata Muhammad Fikser.

Ini Alasan Pemkot Belum Bayar Premi Jaminan Kematian dan Kecelakaan Kerja PNS Surabaya
foto: net
Muhammad Fikser 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya akhirnya merespons terkait kabar bahwa Pemkot tidak mau bayar premi jaminan kematian dan kecelakaan kerja PNS. Hanya, Pemkot menunggu hasil konsultasi Kementerian Dalam Negeri.

Hal ini diungkapkan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, Rabu (29/6/2016).

"Bukan tidak mau bayar, pasti dibayar hanya menunggu ada landasan hukum yang jelas," katanya.

Ia menegaskan, sejauh ini Pemkot sudah menjalin komunikasi dengan Taspen untuk membahas permasalahan tersebut.

"Ini jadi bahasan diskusi pemkot dan Taspen," imbuhnya.

Mantan Camat Sukolilo ini mengungkapkan alasan lain terkait keterlambatan pembayaran premi jaminan kematian dan keselamatan kerja tersebut.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran premi periode 2015-2016 karena ada dua peraturan yang mengatur, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 70/2015 tentang jaminan kecelakan kerja dan kematian khusus aparatur sipil negara (ASN) dan Permendag Nomor 77/2015 tentang perubahan atas Permendagri nomor 52/2015 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan belanja daerah tahun angaran 2016.

"Agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah hukum, maka semua hal yang dibayar sesuai dengan aturan berlaku," pungkas Fikser.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved