Berita Gresik
Awas, Banyak Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Kecamatan Duduksampean
Beberapa perlintasan kereta api jalur ganda di Kecamatan Duduksampean yang tidak ada palang pintunya ada di Desa Setrohadi, Semampir, Sumari, Tumapel.
Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
SURYA.co.id | GRESIK- Jajaran Polsek Duduksampean, Gresik memeriksa kesiapan penjaga di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Duduksampean.
Sedikitnya ada lima perlintasan yang tidak ada palang pintunya. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan adanya petugas jaga selama arus mudik lebaran 2016.
Kapolsek Duduksampean AKP Darsuki mengatakan bahwa pemeriksaan kesiapan petugas palang pintu ini agar mencegah terjadi kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu.
Selama ini arus mudik sudah mulai meningkat sehingga perlu ada pengawalan dari petugas di perlintasan kereta api jalur ganda atau double track tanpa palang pintu.
Selama ini di Kecamatan Duduksampean masih ada perlintasan kereta api jalur ganda yang tidak dijaga petugas jaga tapi hanya ada rambu-rambu lalu lintas yang tidak menyala.
"Kami koordinasi dengan pemerintah Desa yang ada perlintasan kereta api tapi tidak ada palang pintunya. Hanya memastikan kesiapan petugasnya sehingga bisa mencegah terjadinya kecelakaan," kata Darsuki yang juga mantan Kapolsek Manyar, Rabu (29/6/2016).
Beberapa perlintasan kereta api jalur ganda di Kecamatan Duduksampean, yang tidak ada palang pintu yaitu di Desa Setrohadi, Semampir, Sumari, Tumapel dan Desa Tambakrejo.
Selama ini sudah sering terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api jalur ganda tanpa palang pintu. Khususnya di Desa Sumari sudah dua kali.
Pertama menewaskan siswa pada Februari 2016. Kemudian Minggu (20/3/2016) juga menewaskan seorang buruh tani.
Selanjutnya, pada Minggu (12/6/2016) juga terjadi kecelakaan kereta api yang menyambar seorang yang akan berangkat kerja.
"Kami minta kepada desa untuk meningkatkan petugas jaga di perlintasan tanpa palang pintu. Apalagi ada jalur ganda sehingga jumlah kereta yang melintas semakin banyak," katanya.
Sementara, Saji (63), warga Dusun Brak, Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampean mengatakan bahwa di perlintasan tanpa palang pintu Desa Sumari tidak ada yang menjaga.
"Terkadang saya yang rela menjaga. Ada rambu-rambu tapi banyak dilanggar oleh warga sendiri," kata Saji.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik Bambang Isdianto, mengatakan bahwa di perempatan Duduksampean yang sering terjadi kemacetan direncanakan akan dilakukan perubahan jalur.
"Antara dibuatkan jalur lingkar atau runway atau jalan layang. Tapi keduanya masih dikaji. Menurut saya yang pas ya jalan lingkar sebab pembebasan lahannya tidak banyak. Tapi masih menunggu hasil kajian," kata Bambang, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten Gresik.
