Berita Surabaya

Terkait Pendatang Baru di Surabaya Pasca-Lebaran, Dewan: Jika Tidak Jelas Pulangkan Saja

"Kalau nggak ada tujuan kerja, ya dipulangkan saja," kata Agustin Polina.

dya ayu wulansari
Agustina Poliana, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menanggapi banyaknya pendatang yang mencoba mengadu nasib di kota Surabaya, pasca-Lebaran, Ketua Komisi D, Agustin Poliana, mengatakan perlu adanya tindakan tegas.

Tindakan tegas dilakukan pemerintah tersebut, yakni Dispendukcapil dan Satpoll PP agar semakin sering melakukan operasi yustisi.

Agustin mengakui soal pendatang baru ini menjadi tanggung jawab kita bersama, tapi untuk hal ini perlu adanya pengendalian.

Mereka yang datang kesini merupakan pencari ekonomi, minimal menjadi buruh pabrik.

"Tapi saya berharap Dispenduk dan Satpol PP melakukan yustisi maksimal H+2, sasarannya mulai tingkat RT, RW, dan Kelurahan. Karena kalau mereka yang hanya sekedar mengadu nasib, tetapi tidak mendapat peruntungan malah akan menjadi beban kota," tegas Agustin.

Dia menambahkan hal tersebut dapat terjadi pengecualian jika para pendatang tersebut membawa surat yang menunjukkan bahw ia mendapatkan panggilan kerja, atau sudah tahap mendapatkan pekerjaan.

"Awalnya mereka dompleng keluarga dulu, baru cari-cari pekerjaan. Dengan kondisi ini, urbanisasi akan tidak bisa dilakukan, karena kota menanggung beban sosial," paparnya.

Menurut Agustin, apabila para pendatang tersebut dari awal sudah tidak memiliki pekerjaan, ia menegaskan haruslah ada upaya tegas untuk memulangkan dari Dispendukcapil kepada kaum urban.

"Kalau nggak ada tujuan kerja, ya dipulangkan saja," pungkasnya.

Bagi Agustin, kondisi sosial seperti ini tidak ada yang bisa dipersalahkan, karena Surabaya merupaka kota yang memiliki daya tarik dengan iming-iming UMR selisih sedikit dengan ibukota Jakarta.

"Saya harap diperketat dan dipercepat, dan juga agar melibatkan RT RW, karena kalau dibiarkan, nantinya mengakibatkan kejahatan, dan menimbulkan hal-hal negatif lainnya," pungkas Agustin.

Penulis: Monica Felicitas
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved