Jumat, 22 Mei 2026

Berita Gresik

Peminat Vasektomi di Gresik Makin Banyak, Ini Buktinya

#GRESIK - Dengan ikut program ini, Mubayin tidak lagi dikhawatirkan oleh istrinya untuk main dengan wanita lain.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Yuli
jinepol-ivf
ILUSTRASI - Proses vasektomi 

SURYA.co.id | GRESIK – Kesadaran masyarakat Gresik untuk ikut program Keluarga Berencana dengan metode kontrasepsi jangka panjang terus meningkat.

Termasuk vasektomi yang semakin hari jumlah peminatnya juga terus mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Lazim diketahui, vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis.

Pasangan suami istri, Mubayin (45) dan Nadifah (43) misalnya. Dengan alasan untuk ketentraman rumah tangga lantaran Nadifah sudah sering sakit-sakitan dan tidak maksimal dalam melayani suaminya, Mubayin bersedia ikut program vasektomi.

Nadifah yang awalnya meminta suaminya ikut vasektomi. Setelah beberapa waktu berfikir, sang suami juga akhirnya setuju. Suami istri asal Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Gresik inipun kemudian mendatangi Kantor Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Gresik.

“Saya yang meminta suami saya untuk ikut. Dan saya kemudian mengantarkannya ke BKBPP untuk melakukan vasektomi,” ujar ibu dua anak tersebut saat di kantor BKBPP Gresik, Selasa (28/6/2016).

Menurutnya, alasan meminta suaminya mengikuti vasektomi lantaran dirinya saat ini sudah sakit-sakitan. Sehingga, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti suami cari wanita lain dan sebagainya, dirinya meminta sang suaminya untuk melakukan vasektomi. "Saya mengidap asma, jadi lebih baik suami vasektomi agar aman," ungkapnya.

Sementara Mubayyin mengakui bahwa awalnya dirinya memang tidak respek dengan vasektomi. Namun, karena ingin menghormati istri yang lagi sakit, diapun akhirnya bersedia untuk mengikuti vasektomi. "Agar tidak ada kecemburuan dan pertengkaran dalam rumah tangga," jawabnya.

Dengan ikut vasektomi, pasutri ini berharap kehidupan rumah tangga mereka bisa lebih tenang bersama dua anak dan satu cucu yang telah mereka miliknya.

Dengan ikut program ini, Mubayin tidak lagi dikhawatirkan oleh istrinya untuk main dengan wanita lain. “Jadi bisa lebih tenang,” imbuh Mubayin.

Menurut Kepala BKBPP Kabupaten Gresik, Adi Yumanto, secara umum program KB di kabupaten Gresik tiga tahun terakhir menunjukkan hasil yang cukup baik dibandingkan dengan indikator Jawa timur dan nasional.

"Indikator yang menggambarkan program KB secara umum sudah cukup baik, adalah TFR (Total Fertility Rate :1,88), dan CPR (Contaceptive Prevalence Rate: 71,87 persen),” kata Adi Yumanto, Selasa (28/6).

“Di Gresik, capaian kesertaan KB IUD, Implan, MOW dan MOP, dalam tiga tahun terakhir masih jauh jika dibanding kesertaan KB Suntik dan KB Pil. “Unmet need, juga masih di atas rata-rata jatim dan nasional,” sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved