Berita Gresik

Mbah Karep, Penderita Kanker yang Terasingkan, Banjir Bantuan Berkat Media Sosial

Kakek 65 tahun asal Dusun Jatisari, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Gresik tersebut diasingkan gara-gara kanker wajah yang dideritanya.

Mbah Karep, Penderita Kanker yang Terasingkan, Banjir Bantuan Berkat Media Sosial
surya/m taufik
Mensos Kofifah Indarparawansah (kiri) didampingi sejumlah pejabat Gresik menjenguk Mbah Karep. 

SURYA.co.id | GRESIK - Tiga kali puasa atau sudah sekitar tiga tahun Mbah Karep hidup sebatangkara di dalam sebuah gubuk berukuran sekitar 2,5 meter persegi.

Kakek 65 tahun asal Dusun Jatisari, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Gresik tersebut diasingkan gara-gara kanker wajah yang dideritanya.

Selama ini, Mbah Karep hanya hidup dari belas kasihan tetangga dan warga yang sudi menyisihkan sebagian makanan untuknya.

“Seingat saya, sudah tiga puasa ini saya tidak berkumpul dengan keluarga,” ujar Mbah Karep saat ditemui di gubuk tempat tinggalnya itu beberapa hari lalu.

Kesedihan dan kesendiriannya tersebut berawal dari rasa gatal di bagian wajahnya beberapa tahun silam.

Bagian kulit yang digaruk tersebut kemudian luka, yang ternyata luka itu terus merembet sampai menutupi sebagian wajahnya.

Gara-gara penyakit yang dideritanya tersebut, dia malah diasingkan oleh keluarganya.
Bukan tidak mau sembuh, tapi Karep mengaku tak punya biaya untuk mengobatkan penyakitnya tersebut.

“Saya juga pengen kumpul keluarga, bersama anak istri dan keluarga saat puasa atau Lebaran. Tapi karena penyakit ini saya tidak bisa,” keluhnya.

Tak lama lagi, harapannya itu sepertinya sudah bisa segera terwujud. Beberapa hari terakhir, sejumlah pihak mulai peduli kepada Mbah Kareb.

Termasuk Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Dinas Sosial Jatim dan sejumlah pihak lain.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved