Rabu, 8 April 2026

Penjualan Stagnan, Produsen Oli Andalkan Momen Puasa dan Lebaran

#SURABAYA - Sepanjang Januari - Mei 2016, penjualan oli Evalube yang memproduksi 32 varian oli untuk mesin motor dan mobil, relatif masih sama.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
mujib anwar
Ivan Rastianto, Marketing Manager Commercial Division Evalube (kanan) dan bintang iklan Evalube, David John Schaap, mempromosikan oli Evalube dikalangan Biker di Surabaya, Minggu (26/6/2016) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penjualan oli tahun ini masih stagnan dibandingkan tahun sebelumnya, menyusul masih melambatkan kondisi ekonomi.

Menyikapi ini, produsen oli gencar melakukan promo dengan menggandeng komunitas motor, dengan memanfaatkan momentum buka puasa bersama.

Ivan Rastianto, Marketing Manager Commercial Division Evalube mengatakan, stagannya penjualan oli terlihat dari penjualan selama lima bulan terkhir.

Sepanjang Januari - Mei 2016, penjualan oli Evalube yang memproduksi 32 varian oli untuk mesin motor dan mobil, relatif masih sama dengan penjualan tahun 2015.

"Kalaupun ada kenaikan sangat kecil, hanya sekitar 0,1 persen saja," ujarnya, Minggu (26/6/2016) malam, didampingi bintang iklan Evalube, David John Schaap, usai buka puasa bersama, dengan komunitas motor, di Surabaya.

Padahal, pihaknya, sebelumnya mentargetkan penjualan tahun ini naik sebesar 10 persen. Target ini dipatok, karena pada 2015, penjualan Evalube naik 6 persen dibanding 2014.

"Inilah yang sekarang jadi PR (pekerjaan rumah) kita. Makanya, pada semester dua nanti, penjualan akan terus kita genjot," jelas Ivan.

Tanda-tanda itu mulai terlihat. Memasuki bulan Juni, pada bulan Puasa ini penjualan oli Evalube terkatrol naik hingga 20 persen. Ivan berharap, trend kenaikan itu berlanjut hingga bulan Juli, saat Lebaran Idul Fitri nanti.

Ini penting, karena masuk bulan Agustus, penjualan diperkirakan akan kembali normal lagi. "Makanya setelah Agustus nanti, produk eksisting akan kita upgrade lagi," ucapnya.

Dikatakan Ivan, tahun 2015 market share produk oli Evalube di pasar dalam negeri mencapai 10 persen, atau tumbuh 6 persen dibanding tahun 2014. Dari jumlah itu, oli motor masih mendominasi dengan 70 persen, sedangkan 30 persen sisanya oli mobil.

"Dari total sales tersebut, 50 persen didominasi oli untuk mesin 2 tak, 30 persen 4 tak, dan 20 persen untuk mesin matik," bebernya.

Saat ini, wilayah Jawa masih memberikan kontribusi penjualan terbesar. Dari sekitar 85 juta motor di Indonesia, 60 persen ada di Jawa. Sedangkan 40 persen sisanya tersebar di luar Jawa dan berbagai pulau lainnya.

"Jadi potensi pasar di Jawa memang masih besar," imbuhnya.

Khusus Jatim, Ivan menyebut, pasar di provinsi dengan 38 kabupaten/kota ini sangat besar. Penjualan motor di Jatim selalu paling besar dibandingkan provinsi lain.

"Hanya tahun lalu saja (2015), penjualan motor disini kalah dengan Jawa Barat," tukasnya.

Secara nasional, tahun lalu, kata Ivan, penjualan motor turun 20 persen dibanding 2014. Sementara penjualan mobil turun hingga 23 persen. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved